Ratusan Masyarakat Mengukur Ulang Pembebasan Lahan Mega Proyek PLTA Peusangan I Dan II

Pengukuran Lahan Di Mega Proyek Peusangan

TOSKOMI. COM II Takengon - Ratusan masyarakat dari 5 desa yaitu desa Sanehen, Wihni Bakong, Wihni Pesam, Wih Sagi Indah dan Desa Lenga dari dua Keamatan Silih Nara dan kecamatan Bies hari ini melakukan pengukuran ulang lahan yang terdampak PLTA Peusangan I & II. (Rabu, 25 Agustus 2021)

Di sela-sela pengukuran, Harjuliska selaku Koordinator perwakilan TIM masyarakat menyamapaikan kepada media ini, "hari ini telah dilakukan pengukuran ulang berdasarkan pengajuan dari masyarakat kepada TIM verifikasi dan validasi data dari Kabupaten yang di ketuai oleh Erwin Pratama Selaku PLT kadis Pertanahan Kabupaten Aceh Tengah.

Di Dalam acara tersebut, Turut hadir juga pihak dari personil polres Aceh Tengah, kodim, Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Badan Pertanahan Aceh Tengah, Kanit Pidum Polres Aceh Tengah, Dinas Pertanahan Aceh Tengah, anggota DPRK Aceh Tengah, Camat Silih Nara, Danramil Silih Nara , Kapolsek Silih Nara, Dan Reje dari beberapa desa yang terdampak pembebasan lahan tersebut.

Harjuliska juga menyampaikan , laporan dari masyarakat ada sekitar 132 persil yang akan dilakukan pengukuran ulang pada lahan masayarakat tersebut. " dan hari ini alhamdulillah sudah diukur ulang sejumlah 30 persil dan sisanya akan kita lanjutkan besok hari dan seterusnya hingga selesai beberapa hari kedepan, Kegiatan  pengukuran hari ini alhamdulillah tidak ada halangan dan rintangan dan berjalan dengan mulus berkat dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam TIM ferivikasi dan validasi data beserta masayarakat sebagai pemilik lahan" Tandas Harju

Di awal pembukaan acara hari ini, Ketua TIM sekaligus Kepala dinas Pertanahan Berharap bahwa apa yang dihajatkan oleh masyarakat Semoga berjalan dengan baik dan lancar.

Dan ketua tim juga menyampaikan , TIM bekerja sesuai dengan Prosedur yang berlaku, dan juga kepada masyarakat kepala dinas pertanahan mengharapkan , pastikan pemilik lahan dan pastikan juga batas batas antara sesama pemilik lahan, sehingga tidak terjadi hal hal yang menghambat proses pengukuran lahan masyarakat maupun dari pihak PT.PLN Persero.

Selanjutnya Ketua Tim Perwakilan Masyarakat Ruhaman Suhada Juga menegaskan kepada pihak penegak hukum agar lebih cermat menyikapi hal-hal yang disampaikan masyarakat kepada TIM Ferivikasi dan validasi data agar dapat konsekuensi hukum atas data dan penyampaian yang di utarakan oleh masyarakat, "maklumlah masyarakat mempunyai pengetahuan dan pendidikan yang terbatas, tidak seperti yang bapak harapkan" Ujarnya.

Di sela-sela itu juga ketua perwakilan mengharapkan kepada masyarakat agar tidak salah paham kepada tim ferivikasi dan validasi data dan pihak PT PLN Persero, karena beliau-beliau ini adalah para pemegang tampuk pimpinan daerah di kabupaten aceh tengah  yang kita harapakan dapat meberikan solusi terbaik kepada masyarakat nantinya.

Harjuliska juga menyampaikan “Harapan saya selaku koordinator masayarakat dan TIM tekhnis semoga semua proses ini dapat diselesaikan dengan segera mingkin hingga proses administasi selesai” tutupnya.
[Dedi Aramiko]

Komentar

Loading...