Sudah 76 Tahun Merdeka, Serule dan Linge Belum Ada Sinyal dan Internet

IMG-20200527-WA0000

TOSKOMI.COM| Takengon (21/8/2021)- 76 Tahun sudah Negara Indonesia berdiri, namun belum sepenuhnya wilayah Kabupaten Aceh Tengah menerima sentuhan kemajuan.

Hal ini disampaikan Aktivis Gayo Badri Linge (20/8/2021).setelah miris melihat kondisi beberapa wilayah yang masih belum bisa diakses oleh sinyal dan internet.

Badri merincikan beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tengah seperti Kampung Serule, Kampung Atu Payung dan Atu Konyel masing masing di Kecamatan Bintang. Serta beberapa Kampung di Kecamatan Linge seperti Kampung Kute Reje, Kampung Delung Sekinel, Kampung Jamat, Kampung Reje Payung, Kampung Lumut.

Badri menggambarkan bahwa saat ini persaingan global tengah berada pada Revolusi 4.0. Sebagai konsekwensinya kebutuhan internet menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi.

“Linge dan Serule seolah dibiarkan terisolir, padahal Kedua daerah ini adalah Kampung asal suku Gayo” Kata Badri.

Badri menghimbau kepada Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar melakukan pembangunan dengan perspektif Pacasila. Sehingga jangan ada kesan perlakuan berbeda antar wilayah di Kabupaten Aceh Tengah.

“Jangan menganak-tirikan Serule dan Linge” Tengas Badri.

Lebih lanjut menurut Badri, Pembangunan Tower di kawasan tersebut juga sempat dijanjikan Shabela dan Firdaus saat Kampanye Pilkada 2017 lalu. Sehingga menurutnya ini adalah landasan yang kuat untuk menagih janji tersebut.

Badri juga mendesak Bupati Aceh Tengah untuk mengevaluasi Diskominfo Aceh Tengah karena sampai saat ini ia meninai dinas tersebut berkinerja buruk.

Seharusnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah harus menunjukkan keseriusan untuk melakukan komunikasi dengan Perusahaan Penyedia Jaringan Seluler dan Internet milik negara ataupun swasta Sehingga semua wilayah dapat informasi yang sama.

“Ini juga mengindikasikan bahwa Pemerintah Aceh Tengah hanya mementingkan kegiatan seremonial saja, namun lemah dalam hal komunikasi dengan pihak pihak diluar” kata Badri

Apalagi, dalam kebijakan PPKM lalu yang mewajibkan semua peserta didik untuk melakukan belajar berbasis jaringan, ini tentu akan menyulitan siswa/siswi yang ada di Serule dan Linge lantas bagaimana mau belajar daring sedangkan jaringan tidak tersedia maka kita khawatir pembodohan masal akan terjadi didunia pendidikan. [Ahlaz Zikri]

Komentar

Loading...