Sosialisasi 4 Pilar meningkatkan Persatuan berbangsa dan bernegara di tengah pandemi covid 19

IMG-20210518-WA0003

TOSKOMI. COM || Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ilham Pangestu dapil Aceh 2 mengatakan, menjaga Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara menjadi tugas bersama. Hal itu diungkapkannya saat pelaksaan 4 Pilar Kebangsaan yang di laksanakan di Aceh Tamiang, kecamatan Bandar Pusaka, Provinsi Aceh di aula desa Blang Kandis, pada tanggal 7 april 2021.

Dalam kegiatan yang di hadiri oleh para tokoh masayarakat blang kandis dan desa wonosari Ia mengatakan, “ Pancasila sebagai dasar falsafah serta ideologi bangsa dan Negara indonesia bukan terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-ideologi di dunia, namun terbentuknya Pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia.

Secara kausalitas Pancasila sebelum disahkan menjadi dasar filsafat negara nilai-nilainya telah ada dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai relegius. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

Untuk mempererat persatuan dalam berbangsa dan bernegara maka kita harus dapat memahami nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah persatuan dan kesatuan diantaranya adalah, mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah NKRI,meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, menerapkan rasa kekeluargaan, dan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kita harus selalu mewaspadai berbagai faktor yang kemungkinan muncul guna menjaga keutuhan NKRI, “katanya.

Aceh sebagai daerah yang menjadi daerah istimewa dapat menjaga persatuan dan kessatuan agar tidak terbecah belah, dengan masuknya pengaruh-pengaruh yang tidak selaras dengan nilai-nilai persatuan berbangsa dan bernegara, “imbuhnya.

Demikian halnya dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk, berbangsa dan bernegara, berbagai perbedaan yang ada seperti dalam suku, agama, ras atau antar golongan, merupakan realita yang harus didayagunakan untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia di tengah pandemi covid 19 yang tengah di hadapi oleh negara indonesia, untuk tetap mempertahankan cita-cita Nasional masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tutupnya.

Komentar

Loading...