Tak Transparan Lakukan Perekrutan Tenaga Kontrak, GMNI Minta Bupati Copot Jabatan Jayusman sebagai Kadinkes Aceh Tengah

IMG-20210201-WA0004

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH - Pelaksanaan penerimaan tenaga kontrak dengan perjanjian kerja bersumber dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah tahun 2021 Menuai kritik keras dari Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh tengah,  Senin 1/2/2020.

Di katakan Mulyadi ketua GMNI Aceh tengah "bahwa perekrutan tenaga kontrak ini kami dari GMNI menduga ada permainan dalam penerimaan tenaga kontrak ini, yang lulus adalah kebanyakan orang-orang yang di titipkan oleh pembesar-pembesar di Aceh Tengah ini lah wujud dari KKN (korupsi kolusi nepotisme) di daerah penghasil kopi ini, dimana seharus nya dalam melaksanakan perekrutan tim dari dinas kesehatan melakukan pengumuman agar para pencari pekerjaan di bidang kesehatan bisa mendapat informasi agar bisa mengikuti program perekrutan tenag kontrak di tahun 2021 ini, ada apa dengan di tutup-tutupi nya program ini? Apa mereka bertujuan agar orang-orang mereka saja yang lulus. kami minta Bupati Copot Jabatan Jayusman sebagai kepala dinas kesehatan kabupaten Aceh tengah" , ujar ketua GMNI Aceh tengah Mulyadi kepada media ini.

Lanjut Mulyadi "Dengan ketidak transparanan Dinkes Aceh tengah dalam melakuka Perekrutan tenaga kontrak Mulyadi minta agar Bupati Aceh Tengah  Drs Shabela Abubakar untuk mengevaluasi jabatan kadis yang di duduki Jayusman tersebut.

"Dikarenakan jelas-jelas beliau tidak mengemban amanah untuk kepentingan masyarakat dataran tinggi Tanoh Gayo, kebijakan yang di buat oleh beliau hanya untuk kepentingan pribadi nya" Tegas ketua GMNI Aceh tengah Mulyadi

Namun saat Tim Toskomi.com ingin menghubungi melaui via telepon maupun WhatsApp Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah tersebut terkait hal ini, beliau tidak berhasil dikomfirmasi. 

(Dedi Ar)

Komentar

Loading...