Mediasi Gagal, Konflik Dua Dokter Antara dr Muhammad Yusuf Dan Direktur RSU Datu Beru Berlajut

dr M yusuf di dampingi pengacara

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH - Upaya mediasi yang di lakukan Pengadilan Negeri Takengon Kamis, 17 Desember 2020 untuk menyelesaikan persengketaan antara Dr Hardi Yanis SP, PD dan dr Muhammad Yusuf Tak Membuahkan Hasil.

Dedi Suheri.SH berserta dua rekan penasehat hukum dari dr Muhammad Yusuf kepada Media Ini mengatakan " mediasi hari ini di nyatakan gagal, dimana tuntutan Klien kami baik dalam gugatan yang di ajukan tidak dapat di indahkan tergugat Dr Hardi Yanis Direktur RSU Datu Beru Takengon, seperti meminta maaf di media masa, media online dan cetak juga mengganti kerugian materil dan inmateril. ungkap nya.

Untuk memperjuangkan hak klien nya yang telah dirugikan oleh tindakan Direktur RSU Datu beru tersebut, Dedi Suheri SH juga mengatakan tim nya akan melakukan upaya yang lebih lagi demi memperjuangkan hak klien nya,. "kita akan dalami kasus ini, jika semakin kuat berpotensi tindak pidannya maka dalam waktu dekat kami akan laporkan masalah ini ke Polda Aceh, kita akan upayakan untuk mempidanakan Direktur RSU Datu Beru atas dugaan melanggar pasal 266 KUHPidana ( meletakkan keterangan palsu pada akta autentik), Ungkap Dedi Suheri SH.

Lebih lanjut Dedi Suheri SH menjelaskan, atas dasar surat yang di keluarkan direktur RSU Datu Beru Beru klien kami telah banyak mengalami kerugian baik materil maupun inmateril, "Jika memang klien kami ada melakukan kesalahan seharus nya ada mekanisme yang jelas dengan data-data yang pasti disertai dengan adminitrasinya, karna di dalam ruang mediasi tadipun pihak tergugat Dr Hardi Yanis SP.PD tidak dapat membutikan kesalahan klien kami secara tertulis hanya bisa diungkapkan secara bukti lisan dan lisan saja.

"Direktur RSU Datu Beru Takengon tidak menjalanlan administrasi surat dengan baik, yang iya layangkan ke pimpinan Daerah bukan berdasarkan administrasi hanya berdasarkan info-info terkait klien kami yang dituangkan kedalam tulisan yang tak berdasar.
terkait surat yang di keluarkan beliau ini mengganjal karir klien kami ke depan dan nama baiknya telah rusak, maka untuk selanjutnya proses Kami menunggu pangilan secara ecod dalam agenda pembacaan gugatan dari Pengadilan Negeri Takengon, tandas Dedi.

Terkait hal ini ,direktur RSU Datu Beru Takengon Dr Hardi Yanis SP.PD Saat Dikonfirmasi tidak banyak berpendapat mengenai hal tersebut dirinya hanya meminta konfirmasi dengan pengacara negara dari Kejaksaan Negeri Takengon " saya tidak bisa memberikan statemen apa-apa terkait hal ini bisa langsung saja komfirmasi kepada pihak Kejaksaan Negeri Takengon Sebagai Pengacara Negara" ungkap Dr Hardi Yanis.
(Reporter : Dedi Ar)

Komentar

Loading...