Bos Alfamart dan Indomaret Masuk Daftar 50 Orang Terkaya

profil-pemilik-indomaret-dan-alfamart-bos-dua-ritel-modern-yang-punya-harta-kekayaan-fantastis

TOSKOMI.COM || Jakarta - Pendiri Alfamart, Djoko Susanto masih terus bertahan di daftar 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes tahun 2020. Total kekayaan Djoko tercatat sebesar US$ 1,45 miliar atau sekitar Rp 20,52 triliun (kurs Rp 14.100).

Dilansir dari Forbes, Minggu (13/12/2020), pada daftar terbaru ini Djoko ada di urutan ke-19. Peringkat Djoko terus naik dari urutan ke-20 di tahun 2019, dan urutan ke-23 di tahun 2018.

Berdasarkan catatan detikcom, Djoko merupakan anak ke-6 dari 10 bersaudara. Di balik kesuksesannya sebagai bos ritel, ia ternyata tak sempat lulus SMA/SLTA.

Pada umur 17 tahun, Djoko mulai mengelola warung-warung makanan.

Dia juga menjajakan rokok dan membuka beberapa warung kelontongan lagi. Kesuksesannya membuka beberapa jaringan warung ini menarik perhatian taipan pengusaha rokok Putera Sampoerna.

Keduanya akhirnya bekerja sama membuka beberapa toko dan supermarket. Ketika Putera Sampoerna menjual bisnis rokoknya ke Philip Morris, Djoko fokus mengembangkan bisnis ritelnya.

Alfamart yang kini menjamur di berbagai daerah. Alfamart memiliki lebih dari 16.000 cabang di seluruh Indonesia.

Alfamart yang berada di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk itu kini berada di bawah pengawasan kedua anak Djoko yakni Feny Djoko Susanto sebagai Presiden Komisaris, dan Budi Djoko Susanto sebagai Komisaris.

Indomaret dan Salim Group
PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group) adalah salah satu anak perusahaan Salim Group yang berdiri sejak 1988.

Indomaret sebagai pioneer bisnis gerai waralaba dan merupakan yang terbesar di Indonesia, dengan total gerai lebih dari 16.336 (Jan 2019) dan pertumbuhan sampai dengan 7 gerai per harinya.

Saat ini terdapat 28 kantor cabang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Salim Group merupakan perusahaan yang dinakhodai Anthoni Salim.

Kekayaan Anthoni Salim pun mencapai 5,5 miliar dollar AS atau Rp 82,5 triliun, menjadikannya sebagai orang terkaya keenam di Indonesia versi Forbes 2019.

Perusahaan keluarga ini bergerak di bidang makanan, perbankan, dan telekomunikasi.
Anthoni Salim merupakan CE0 dari Indofood, produsen Indomie yang menjadi pemimpin pasar mi instan di dunia.

Nilai penjualan perusahaan tersebut mencapai 5,1 dollar AS. Salim Group juga memiliki sekitar 41 persen saham perusahaan investasi di Hong Kong, First Pacific yang memiliki aset 20,9 dollar AS di enam negara.

Saudara laki-laki Anthoni Salim, Andree Halim merupakan Wakil Presiden dari QAF, perusahaan pembuat roti di Singapura.
Sementara, saudara perempuannya, Mira merupakan pendiri dari distributor produk Indofood di China.

Selama krisis ekonomi tahun 1997 hingga 1998, Salim Group kehilangan Bank Central Asia (BCA) yang dijual ke keluarga Hartono, orang terkaya di Indonesia. (Tribunnews/Detik)

Komentar

Loading...