Kejari Aceh Tengah Sita Aset Tersangka Korupsi Dana Intensif Guru Mengaji

20200921-fb-img-1600433827996

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH - Kejaksaan Negeri Takengon Aceh Tengah, menyita aset milik tersangka korupsi penyalahgunaan anggaran honorarium non PNS pada Dinas Syariat Islam kabupaten setempat tahun 2019.

Oknum bendahara Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Tengah berinisial AY (35) telah ditetapkan tersangka pada Agustus 2020 setelah penyidik menemukan bukti kuat atas tindak pidana korupsi dana intensif guru mengaji yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp398 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, Nislianudin melalui Kasipidsus, Zainul Arifin menyebutkan penyitaan aset tersangka berupa dua bidang tanah dan satu unit rumah dilakukan untuk menutupi kerugian negara dari kasus ini.

"Penyitaan aset milik tersangka dianggap perlu untuk menutup kerugian negara yang ditimbulkannya," kata Zainul Arifin, Senin (21/9). Bendahara DSI Aceh Tengah itu, kata Zainul Arifin, sebelumnya telah menyelewengkan honorarium untuk 1.259 guru mengaji,  Supervisor 14 orang dan pengurus lembaga pembinaan dan pengembangan taman kanak-kanak (LPPTKA) sebanyak enam orang. "Untuk guru mengaji masing-masing mendapatkan Rp50 ribu perbulan dibayar selama enam bulan, sedangkan supervisor masing-masing Rp100 perbulan dan pengurus LPPTKA Rp12 juta untuk enam orang.
Dana tersebut telah di cairkan, tapi tidak diberikan oleh penerima," ujarnya.

Ia juga menyebutkan saat ini pihaknya tengah merampungkan berkas perkara untuk secepatnya dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh. "Berkasnya akan segera kita rampungkan, secepatmya akan kita limpahkan ke pengadilan Tipikor," ungkap Zainul Arifin. (AJNN)

Komentar

Loading...