Mulyadi Ketua GMNI Kritik Kebijakan Tiga Instansi Pendidikan Aceh Tengah Yang Dinilai Keliru

IMG-20200914-WA0044

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH (Selasa, 15/9/2020) - Kebijakan intansi pendidikan di aceh tengah menuai kritikan keras, disampaikan mulyadi ketua GMNI Cabang Aceh tengah.

"Dimana saat ini untuk RSUD Datu Beru saja layanan IGD Akan di Tutup lantaran ada beberapa Dokter dan Perawat RSUD Satu Beru Positif terkena Virus Corona"

Kalau kita lihat dari perkembangan virus yang sedang terjadi di Aceh Tengah tak sepantasnya Instasi pendidikan baik di bawah kementerian Pendidikan melalui dinas pendidikan Aceh Tengah Drs Uswatuddin MAP, Dinas Cabang Kabupaten Aceh Tengah Drs Khaliddin MPd dan Kemenag Aceh Tengah H Saidi B, SAg. MA yang sudah menandatangani untuk melaksanakan belajar tatap muka di setiap sekolah baik Tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Se Aceh Tengah" cetus mulyadi ketua gerakan mahasiswa nasional indonesia aceh tengah ini.

3 Pimpinan Instasni Pendidikan Aceh Tengah Tandatangani di Saat Penyebaran Virus Corona Sedang Meningkat.

Mulyadi juga menyampaikan, " Kebijakan 3 Instansi ini kami anggap kebijakan yang ingin menjerumuskan generasi penerus Aceh Tengah kedalam Wabah Virus Corona yang saat ini sedang meningkat penularannya apalagi saat ini sedang menjadi perhatian serius oleh pemerintah lantaran aceh tengah telah masuk dalam zona merah" pungkas MulyadiMulyadi".

Lanjut Mulyadi "Aceh Saat ini sudah 38 Orang yang Positif dan beberapa Dokter di RSUD Datu Beru Takengon serta beberapa perawatnya sudah di nyatakan Positif, belum lagi ada pegawai Bank BUMN di Aceh Tengah juga dinyatakan 1 orang Positif menderita Visur Corona, nah mungkinkah di tengah meningkatnya pandemi ini kegiatan tatap muka belajar mengajar siswa di lakukan"

"Janganlah semena mena mengeluarkan kebijakan di tengah Pandemi Virus Corona saat ini, Nyawa manusia lebih penting dari pada melaksanakan kebijakan konyol tersebut untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka" terang Mulyadi dengan nada Kesalnya

Jikalau sempat surat ketiga Instasi pendidikan tersebut di laksanakan maka hampir dipastikan penyebaran Virus Corona akan lebih cepat menjangkit masyarakat Aceh Tengah karena bila aktivitas belajar tatap muka siswa di lakukan tingkat keramaian dan kepatuhan para pelajar untuk menjalankan protokol kesehatan sangat di ragukan.

Kami akan menyurati Gubernur Aceh, Menteri Pendidikan, Menteri Agama dan MENPAN-RB agar ketiga Kepala Instasi tersebut di berhentikan karena kami anggap telah membahayakan keselamatan ribuan nyawa palejar se Aceh Tengah tutup Mulyadi dalam persnya. (Dedi Ar)

Komentar

Loading...