Direktur Cempege Institute Kritik Dan Minta Segera Evaluasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Bener Meriah

IMG-20200820-WA0000

TOSKOMI.COM II Redelong - Bencana Kebakaran yang terjadi di Desa Pasar Simpang dan Desa Ujung Gele Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah menuai polemik akibat mobil pemadam kebakaran tidak dapat membantu memadamkan api sepenuhnya, hanya beberapa unit saja yang ikut memadamkan nya selebihnya di bantu oleh armada pemadam kebakaran dari Aceh Tengah.

Hal ini dipertanyakan direktur Cempege Institute (CI) Khairuddin, "kemana armada pemadam kebakaran Bener Meriah apakah rusak atau sengaja memang tidak digunakan kalau memang rusak bukankah sudah ada biaya perawatan untuk pemadam kebakaran, mestinya kan harus stay di tempat karena bersifat emergency kapan saja bisa digunakan dan kalau memang rusak kenapa bisa kan tidak sering digunakan hanya keadaan emergency dan kalau terjadi kebakaran?? "

"Saya menduga bahwa ada indikasi korupsi dikubu BPBD Terkait penggunaan dana perawatan" Kata Pemuda Bener Meriah yang getol mengkritisi Kebijakan Pemerintah Bener Meriah ini.

"Kita pernah dengar biaya perawatan atau pengadaan damkar dari 2017 - 2019 bermasalah disini pemerintah harus bertanggung jawab akibat kelalain pemerintah memangangap sepele, dan kalak BPBD yang baru dan yang lama harus diperiksa". Lanjut Khairuddin.

Selain itu dirinya juga menambahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) harus bertanggung jawab dan jika perlu dipecat saja, karena penguasa penuh anggaran nya sekda lebih paham.

"Sekda itu harus tanggung jawab mengenai ini, harusnya dia dipecat, kemudian terkait anggota DPRK Bener Meriah jangan diam Karena mereka fungsi sebagai pengawas anggaran jangan diam dan hanya mengurus pokir dari eksekutif lalu diam, ini kepentingan umat, saya juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepimpinan Bupati Sarkawi dan kepada DPRK Bener Meriah" Pungkas Khairuddin Direktur Cempege Institute. (Dedi Ar)

Komentar

Loading...