Gedung DPRK Aceh Tengah Menjadi Saksi Bisu Perdamaian Drs Shabela Abubakar Dan H Firdaus SKM

Prosesi perdamaian Bupati dan Wakilnya

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH - Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Tengah Dalam rangka prosesi perdamaian Bupati dan Wakil Bupati aceh tengah yang di mulai pukul 11: 30 WIB  di selenggarakan langsung di ruang sidang kantor DPRK aceh tengah. Sabtu (11/07/2020)

Dalam prosesi perdamaian itu di pimpin dan disambut langsung oleh Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega, dan penyampaian Ikrar perdamaian oleh ketua panitia khusus (pansus) DPRK Aceh Tengah Sukurdi Iska. SH.

Terlihat  saat prosesi perdamaian tersebut juga dihadiri beberapa unsur porkopimda dan petinggi daerah, diantaranya Kapolres Aceh Tengah, Dandim 0106 aceh tengah, Kajari, Majelis Adat Gayo, para mukim,  dan anggota DPRK aceh tengah.

Setelah penyampaian ikrar yang di bacakan oleh Sukurdi Iska selaku ketua panitia khusus (pansus) Perdamaian Dprk aceh tengah,  langsung dilaksanakan penandatanganan ikrar perjanjian perdamaian yang didahulukan oleh Wakil Bupati Aceh Tengah H Fordaus SKM  dan disusul oleh Bupati Aceh tengah Drs shabela abubakar.

Lalu setelah penandatanganan ikrar perdamaian, Bupati dan Wakil bupati aceh tengah tersebut langsung bersalaman di depan para tamu yang hadir untuk melengkapi prosesi perdamaian itu.

Dalam suasana yang hening Sembari bergandengan memegang ikrar perdamaian Bupati Aceh Tengah dan Wakilnya tersebut meminta maaf kepada seluruh masyarakat aceh tengah atas kejadian pertikaian yang sangat menyedot perhatian publik itu.

Wakil bupati aceh tengah H Firdaus SKM dalam kesempatan yang berharga tersebut meminta maaf langsung kepada Drs Shabela Abubakar atas khilafannya dalam pertikaian keduanya di depan para tamu undangan.

Bupati aceh tengah juga mengatakan "Saya meminta maaf khususnya untuk masyarakat aceh tengah atas ketidak nyamanan tentang peristiwa pertikain ini, dan juga kepada Presiden RI dan Mendagri, segenap Porkopimda provinsi aceh, serta saya juga sangat berterimakasih atas berbagai pihak dan Pansus DPRK aceh tengah yang terus berupaya untuk perdamaian kami ini" kata Shabela.

Setelah prosesi perdamaian itu berlangsung di gedung Dprk awak media langsung menghampiri Bupati aceh tengah untuk menanyakan perihal laporan pengancaman dirinya di polda aceh, beliau mengatakan akan segera mencabut laporan itu secara perlahan agar proses hukum dihentikan.

Tak puas dengan wawancara singkat itu, pihak media langsung menghampiri Drs Shabela Abubakar yang telah berada di pendopo usai acara itu.

Bupati aceh tengah dalam konferensipersnya menegaskan kembali akan mencabut laporan terkait pengancaman dirinya di polda aceh dengan segera dan saat ditanyai masalah perdamaian yang diselengarakan tidak secara adat yang ada di wilayah gayo beliau menjelaskan perdamaian ini diselenggarakan secara kepemerintahan bukan secara adat gayo karna pertikaian yang terjadi bukan pelanggaran adat ungkap orang Nomor Satu Aceh Tengah itu. (Dedi Ar)

Komentar

Loading...