“Mandi darah di medan latihan mandi keringat di medan pertempuran” Badri Aktivis Linge Minta Abuya Jangan Mundur

PicsArt_05-27-07.37.46

TOSKOMI.COM II Redelong - Bener Meriah kini mulai memanas suhu politik ditengah wabah virus corona terkait isu kemunduran Abuya Sarkawi sebagai Bupati Priode 2017-2022 mendatang.

Mandi darah di medan latihan adalah terkandung makna yang artinya pada saat dimana masanya abuya mencalonkan diri sebagai wakil bupati banyak melalui rintangan dan kesulitan dan bergandeng tangan dengan Ahmadi untuk menjadi pemimpin daerah Bener meriah itu, sampai akhirnya merekapun sampai di mana hasil yang diinginkan sewaktu berkampanye pada tahun lalu.

Mandi keringat di medan pertempuran ini artinya abuya selangkah lagi akan dinilai publik mampu mengemban amanah karna dimana masa sulit telah beliau hadapi dimana ketika Abuya di tinggal pergi oleh Ahmadi dan menggantikan posisi untuk menjadi orang nomor satu di kabupaten penghasil kopi arabika itu, tak hanya itu seorang Abuya mengemban amanah dengan seorang diri tampa Ahmadi.

Bandri salah satu mahasiswa juga aktivis mengatakan Jika benar Abuya mundur dari jabatannya, hal ini sangatlah rugi bagi masyarakat bener meriah karna Abuya adalah sosok pemimpin yang kami nilai mampu memberikan kebijakan yang berpihak pada rakyat ia kita lihat dengan seorang diri saja beliau bisa melewati arus derasnya politik dibener meriah apa lagi ada wakilnya ucap Badri.

Saya bukan pengamat politik di gayo, namun sebagai mahasiswa saya dapat menilai sosok Abuya sebagai pemimpin sangatlah kita butuhkan jangan ada politisi lain yang memamfaatkan situasi ini dan kita berharap agar Abuya tetap berada di medan pertempuran karna mengingat priode selanjutnya akan segera tiba di 2020 mendatang tutup Badri aktivis gayo asal linge tersebut (Dedi A)

Komentar

Loading...