Firdaus tidak menolak asalkan Bupati Shabela Abubakar memenuhi kewajibanya dengan menyelesaikan komitmen awal pada saat Pilkada.

Saya ini Wakil Bupati, Tetapi Sama Seperti Pengangguran, Berdamaipun Saya Mau Tapi Ada Syarat…?

Wakil Bupati Aceh Tengah H. Firdaus SKM
Wakil Bupati Aceh Tengah H. Firdaus SKM

TOSKOMI.COM || TAKENGON – Wakil Bupati Aceh Tengah, H Firdaus SKM, menuturkan bahwa kemarahannya terhadap Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, akibat akumulasi kekesesalan yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Pasalnya, Wabup Aceh Tengah ini, mengaku tidak pernah dilibatkan hampir dalam semua kegiatan pemerintahan.

“Saya ini wakil bupati, tetapi sama seperti pengangguran. Alasanya, sampai sekarang satu kegiatan pun saya tidak pernah dilibatkan oleh bupati. Awalnya saya bisa sabar, lama-lama jengkel juga karena orang bertanya, wakil bupati apa kerjanya. Orang saya tidak dikasi kerja, jadi mau kerja apa,” kata Firdaus ketika dihubungi, Jumat (15/5/2020) malam.

Firdaus menuturkan, kemarahanya terhadap Bupati Shabela Abubakar, didasari dengan tidak dipenuhinya komitmen pada saat Pilkada lalu. Bahkan, hampir semua perjanjian tidak satupun dipenuhi oleh bupati.

“Mulai dari masalah pembahasan anggaran, mutasi pejabat, serta berbagai kegiatan lain, saya tidak pernah dilibatkan. Nanti, tiba-tiba sudah ada mutasi,” ungkapnya.

Puncak kekesalan, sebut Firdaus, telah diumumkanya lelang kegiatan proyek pembangunan di Aceh Tengah. Namun lelang kegiatan tersebut, sama sekali tidak pernah diberitahu sehingga banyak pihak yang melontarkan pertanyaan.

“Banyak yang bertanya, masa wakil bupati tidak tahu. Justru orang lain, sudah lebih tahu dulu. Inilah yang membuat kekesalan saya memuncak,” cerita Firdaus.

Dia mengakui, awalnya tidak ada niat untuk meluapkan kemarahan kepada Bupati Shabela Abubakar.

Namun ketika bupati dihubungi beberapa kali melalui telepon, untuk menanyakan terkait lelang proyek yang sudah diumumkan, tetapi tidak dijawab.

“Makanya, malam itu saya datangi langsung ke pendopo,” akunya.

Di pendopo bupati, Firdaus meluapkan kemarahanya kepada bupati, namun ia tidak pernah mengeluarkan kalimat ancaman berupa akan menghabisi bupati.

“Kalau marah memang benar, karena saat itu saya sedang emosi tidak dianggap sama sekali oleh bupati. Tapi tidak ada kalimat ancaman yang bersifat berlebihan,” sebut Firdaus.

Terkait dengan adanya keinginan dari sejumlah pihak, agar persoalan tersebut, bisa diselesaikan secara kekeluargaan, Firdaus tidak menolak asalkan Bupati Shabela Abubakar memenuhi kewajibanya dengan menyelesaikan komitmen awal pada saat Pilkada.

“Kalau dilapor ke polisi, tidak apa-apa tetap saya ikuti. Tapi kan saya juga tidak tinggal diam, dan akan saya cari juga kelemahan bupati,” pungkasnya.(SerambiNews)

Komentar

Loading...