Pemuda Aceh di Jakarta ajak Masyarakat Bersatu dan Mendukung Pemerintah Aceh Melawan Covid-19

IMG-20200430-WA0002

TOSKOMI.COM| Jakarta - Alkautsar Tokoh Pemuda Aceh yang berada di pulau Jawa mengaku bingung dengan kondisi Aceh ketika melihat aktivitas di Media Sosial akhir-akhir ini, Kamis (30/4)

"Saya bingung ketika memperhatikan sosial media, cukup banyak hujatan dan makian yang dilontarkan kepada Plt Gubernur Aceh mulai dari desakan untuk lockdown, penutupan akses ke Aceh, pemberhentian aktifitas udara (bandara) serta dalam hal penanganan Covid-19." Kata Kautsar

Disisi lain tak dapat dipungkiri pula bahwa masih banyak pula kelompok maupun individu masyarakat yang mendukung setiap kebijakan Pemerintah Aceh dalam hal penanganan wabah Covid -19.

Kautsar menambahkan, dalam memimpin tentu sangat diperlukan masukan dari semua pihak agar kebijakan yang nantinya akan lahir dapat terukur dan akuntabel namun hal ini tentu akan lebih baik jika lakukan dengan cara yang baik pula.

Menurutnnya ada beberapa topik yang sedang ramai di bicarakan masyarakat Aceh akhir-akhir ini di ruang maya, Pertama soal desakan terhadap Plt Gubernur Aceh agar segera melakukan Lockdown, langkah tersebut tentunya bukan merupakan kapasitas Kepala Daerah dalam menetapkan status tersebut, ini kebijakan ada di Pemerintah pusat sebagai mana di atur dalam perundang-undangan.

Kemudian soal pemberhentian lalu lintas udara atau penutupan bandara, tak jarang pula beberapa pihak yang turut mendesak Plt Gubernur Aceh agar menutup bandara sementara waktu sebagai langkah untuk mencegah laju penyebaran Pandemi ini tidak semakin meluas.

"Tentu ini masukan yang bagus tetapi perlu juga untuk di pahami bersama bahwa kebijakan tersebut bukan wewenang Pemerintah Daerah melainkan Pemerintah Pusat, dan alhamdulillah per tanggal 24 April moda transportasi umum mulai dihentikan seiring dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat.

Kautsar juga menilai bahwa keseriusan Pemerintah Aceh telah melakukan langkah mitigasi sejak dini bahkan jauh sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia terlihat dari kepedulian beliau terhadap masyarakat Aceh yang berada di kota wuhan saat itu.

"Pemerintah Aceh juga telah menunjukkan keseriusannya dalam upaya pencegahan Pandemi ini dengan cara melakukan pemeriksaan dipintu pintu penghubung dengan perbatasan langsung seperti akses menuju kota medan, terbukti dengan tersedianya saat ini mesin disinfektan dan melaksanakan pengecekan suhu" ujarnya.

Pemerintah Aceh juga telah menghimbau kepada masyarakat Aceh yang sedang dalam perantauan agar untuk sementara waktu untuk tidak mudik, langkah tersebut di ambil Pemerintah bukan berarti sebagai sikap untuk tidak membuka pintu sepenuhnya kepada masyarakat Aceh untuk kembali ke kampung halaman, namun langkah tersebut bertujuan untuk menekan proses penyebaran wabah virus yang begitu cepat dan tak terlihat ini dikwatirkan akan menjadi persoalan yang kian rumit dikemudian hari bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Pemerintah Aceh juga telah melakukan langkah-langkah serius seperti persiapan kelengkapan alat pelindung diri kepada paramedis dan kebutuhan lainnya serta persiapan pengiriman bantuan 10.000 paket sembako kepada Masyarakat Aceh yang saat ini berada di Malaysia.

upaya memotong mata rantai wabah penyakit ini juga dibuktikan dengan keseriusan Pemerintah Aceh dalam manifestasi anggaran daerah 1 triliun lebih untuk penanganan Covid-19.

"Saya selaku bagian dari masyarakat Aceh mengajak kepada semua pihak untuk menyudahi tuduhan serta hujatan yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh yang tentunya tidak akan menyelesaikan persoalan pandemi ini, silahkan berikan masukan dengan cara arif dan bijaksana, saya yakin Pemerintah Aceh juga akan sangat terbuka dengan segala masukan demi kebaikan Aceh yang kita cintai" tutupnya ( rill )

Komentar

Loading...