GMNI Aceh Tenggara : Angka Kemiskinan Turun 0,31 % dari 0,61 % Adalah Sebuah Capaian Baik dan Harus di ikuti oleh Pemkab Aceh Tenggara

GMNI Aceh Tenggara Sambut Baik Kedatangan Nova Iriansyah Dengan Menawarkan Solusi Kongkrit

PhotoGrid_1579505727848

TSOKOMI.COM || ACEH TENGGARA – Ketua DPC GMNI Aceh tenggara Ricko Hermanda mendukung sepenuhnya kedatangan pak gubernur di Kutacane Aceh Tenggara, semoga dengan kehadirnya bisa melihat semua persoalan aceh teggara dengan jelas.

Harapannya kedepan pemerintah Aceh agar memeberikan perhatian lebih untuk membangun aceh tenggara supaya tidak tertinggal dengan kabupaten kabupaten lainya yang ada di aceh.

Marham Jayadi Tokoh Muda Sekaligus aktivis GMNI Aceh Tenggara juga meminta kepada Gubernur Aceh Bapak Ir.Nova Irianysah agar memperjuangkan kampus Univ.Gunung Leuser menjadi kampus Negeri demi keberlangsungan pendidikkan generasi masa depan aceh tenggara.

Hal ini menjadi penting karena tidak semua masyarakat cane bisa mengirimkan anaknya untuk melanjutkan pendidika ke perguruan tinggi negeri di luar aceh tenggara. Ungkap Marham dengan penuh harapan.

Kemudian Ricko selaku Ketua GMNI juga mendesak Gubernur Aceh memberikan dana stimulan di sektor pertanian dan kesehatan terutama Infrastruktur RS Umum dan Alat Alat kesehatan yang memadai demi untuk pelayana di sektor kesehatan terhadap masyarakat cane bisa lebih prima, harapan yang kami sampaikan ini adalah harapan besar masayarakat aceh tenggara kepada bapak gubernur aceh bapak Nova Iriansyah.

Ricko sapaan ketua GMNI Aceh Teggara juga mendorong pemerintah daerah kota cane agar bersinergi dengan program pemerintah tingkat 1 agar semua pembangunan ini bisa cepat terkoneksi.

Terlebih banyak program pemerintah provinsi aceh yang dinanti nanti masyarakat cane, ditambah lagi berdasarkan data BPS Aceh bahwa angka kemiskinan sudah menurun 0,31 % dari sebelumnya 0,61 %. Ini adalah Fakta keberhasilan pemerintah aceh di tangan Bapak Ir.Nova Iriansyah yang sebelumnya program ini adalah program bersama dengan bapak Irwandi Yusuf. Terang Ricko.

Artinya ada sebuah keberhasilan melalui program pemerintah aceh untuk menuntaskan kemiskinan di aceh dan ini harus di sambut serius oleh pemerintah kabupaten aceh tenggara agar angka kemiskinan di aceh tenggara cepat tertuntaskan.

Terkait masalah banjir yang saban tahun terjadi di aceh tenggara kami meminta Gubernur Aceh dan Pemda agar melakukan penertibban terkait pembalakan hutan secara illegal dan untuk itu harus ada program cepat untuk penghijauan hutan hutan yang gundul terlebih kawasan hutan yang berstatus hutan lindung dan bagi petani yang berada di pinggiran hutan juga menjadi PR pemerintah untuk memberikan edukasi dan batuan modal usaha agar rakyat tidak lagi merambah hutan lindung. Tutur Marham Selaku tokoh muda aceh tenggara ini.

Lanjut marham, meminta kepada Polda Aceh agar serius menindak para pelaku pembalakan hutan yang berda di kawasan lindung telebih pembalakan kayu banyak dilakukan secara illegal dan berdampak buruk terhadap masyarakat cane seperti musibah banjir bandang yang hampir setiap tahun datang.

Besar harapan teman teman mahasiswa Univ.UGL dan Teman Teman Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang aceh tenggara agar dilibatkan untuk membangun aceh aceh dan aceh tenggara saat ini anak anak muda perlu pelatihan pelatihan yang menjurus pada kemapuan individual (Skil) lantaran saat ini masyarakat dunia sudah memanfaatkan (4.0) oleh karenanya kami juga membutuhkan skil yang harus di pasilitasi melalui program pemerintah aceh kedepanya. Tutup Ricko Hermanda Selaku Aktivis sekaligus Ketia GMNI Cabang Aceh Tegara. (E1)

Komentar

Loading...