Bom jenis mortir pelontar yang ditemukan dua warga setempat diperkirakan memiliki berat satu kilogram dengan panjang 30 sentimeter

Bom Mortir sisa Perang Kemerdekaan ditemukan Warga Gayo lues

20191208-img-20191208-081241

TOSKOMI.COM||GAYO LUES, Warga Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Aceh Tengah menemukan sebuah bom mortil diduga sisa perang kemerdekaan di aliran sungai desa setempat, Jumat (6/12).

Bom jenis mortil pelontar yang ditemukan dua warga setempat diperkirakan memiliki berat satu kilogram dengan panjang 30 sentimeter itu sebelumnya sempat di amankan warga disebuah kandang ayam.

Menurut keterangan Kapolres Gayo Lues AKBP Rudi Setiawan kepada awak media menyebutkan, penemuan bom diperkirakan peninggalan masa perang yang dilaporkan oleh dua warga desa Marpunge tersebut telah di amankan tim Jihandak Brimob Polda Aceh.

Penemuan bom tersebut berawal dari laporkan warga desa Marpunge. Dimana dalam keterangan mereka kepada petugas kepolisian Polsek Putri Betung , bom itu ditemukan oleh dua warga di aliran sungai desa setempat.

"Sebenarnya penemuan bom itu sudah dua hari lalu. Bomnya sempat di amankan warga disebuah kandang ayam dan selanjutnya dilaporkan kepada kami," kata Rudi Setiawan, Sabtu (7/12).

Rudi Setiawan menambahkan, setelah mendapatkan laporan penemuan tersebut, pihaknya langsung turun ke TKP. Setelah memastikan itu merupakan bahan jenis peledak selanjutnya melakukan kordinasi dengan tim Jihandak Brimob Polda Aceh.

"Diperkirakan bom tersebut merupakan bom peninggalan sisa masa perang kemerdekaan dulu, dan saat ini sudah di amankan tim Jihandak," jelasnya.

Kapolres Gayo itu mengimbau kepada masyarakat agar bila menemukan benda yang mecurigakan seperti jenis bahan peledak maupun senjata api yang diperkirakan itu membahayakan, agar segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat dan tidak mengambil kesimpulan untuk mengotangatiknya.

"Bila ada masyarakat menemukan benda mencurigakan, segera lapor polisi terdekat.

Dan kita himbau untuk tidak menyentuh dan mengotakngatiknya, karena itu bisa mengancam jiwa dankeselamatan,"pungkasnya.

(Ajnn)

Komentar

Loading...