Mahasiswa dan Bupati Berakhir dengan foto bersama

Ratusan Mahasiswa Demo Ke DPRK Aceh Tengah Tuntut Komitmen Bupati Secara Tertulis Terkait Penegerian UGP Takengon

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dan Ketua DPRK setempat, Arwin Mega, berfoto bersama mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa menuntut kejelasan penegerian UGP Takengon, Rabu 20112019

TAKENGON – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh seratusan mahasiswa serta alumni Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, di Gedung DPRK Aceh Tengah, Rabu (20/11/2019) menuntut kejelasan proses penegerian universitas tersebut, berakhir dengan foto bersama.

Aksi demo yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB, baru berakhir sekira pukul 17.00 WIB. Awalnya mahasiswa melakukan orasi di depan gedung dewan dan berlanjut menggelar audensi di ruang sidang DPRK setempat. Dialog pertama, mahasiswa dijamu oleh sejumlah anggota dewan.

Namun mahasiswa meminta agar bisa dihadirkan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, sehingga tuntutan mereka bisa mendapat jawaban langsung dari orang nomor satu di kota berhawa sejuk itu. Memenuhi tuntutan mahasiswa, Bupati Shabela Abubakar, akhirnya menghadiri audensi kedua yang dimulai sekira pukul 14.00 WIB.

Awal pertemuan, mahasiswa secara bergantian mencecar sederet pertanyaan kepada Bupati Aceh Tengah, Shabela Abukar, tentang komitmen pemerintah setempat, dalam upaya penegerian UGP Takengon. Satu persatu pertanyaan tersebut, dijawab oleh Bupati Shabela.

“Kami meminta komitmen bapak bupati. Apa yang akan bapak lakukan dalam waktu dekat, soal upaya penegerian UGP. Kalau bisa pak, komitmen bapak dibuat dalam bentuk tertulis, agar bisa menjadi pegangan kami,” pinta salah seorang alumni UGP Takengon, Salman kepada bupati yang hadir dalam audensi itu.

Permintaan tersebut, langsung dijawab oleh Bupati Shabela Abubakar dengan nada bahasa yang tenang. “Silahkan adek-adek mahasiswa yang buat bentuk tuntutannya. Nanti biar saya tanda-tangani. Kami pemerintah komit, memperjuangkan penegerian ini. Hanya tinggal menunggu jawaban dari mensesneg,” kata Shabela.

Suasana audensi yang awalnya diwarnai ketegangan, akhirnya mencair setelah Shabela Abubakar, memberikan penjelasan secara gamblang soal upaya yang sudah dilakukan pihaknya. Bahkan ia berjanji, akan mengupayakan persoalan UGP Takengon, bisa rampung di tahun 2020 mendatang.

Aksi unjuk rasa mahasiswa serta alumni UGP Takengon, berakhir damai. Meski begitu, sejumlah personel kepolisian, serta satpol PP, tetap mengawal berjalannya aksi. Bahkan, mahasiswa sempat berfoto bersama Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, serta beberapa anggota DPRK setempat yang ikut dalam audensi tersebut. (tribunnews)

Komentar

Loading...