Uswatuddin Kadis Pendidikan Aceh Tengah Sebagai Ketua Tim PHO tahun 2015

GeRAK Gayo : Diduga Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Korupsi SD Paya Ilang

para tahanan jaksa kasus korupsi SD Paya Ilang

TOSKOMI.COM|| Banda Aceh (27/11/2019)- Kejanggalan muncul ditengah Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan SD Negeri Paya Ilang. Pasalnya tim PHO dan Konsultan Pengawas sampai saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Proyek tersebut menghabiskan anggaran mencapai Rp 1,6 Milyar dan kerugian Negara berdasarkan Audit BPKP mencapai Rp 300.000.000,00 (Pada Tahun 2014) dan Rp. 143.000.000 (Pada Tahun 2015). Kejaksaan Negeri Aceh Tengah menetapkan 7 (tujuh) orang tersangka termasuk Mantan Kepala Dinas Pendidikan Drs. Nasaruddin, PPTK, dan Rekanan.

Sidang kedua digelar Jum’at (25/10) di Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh. Sidang tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan saksi oleh Majelis Hakim. Turut hadir dalam sidang tersebut mantan Kepala  Bappeda, Tawar, SE yang juga sebagai saksi.

Majelis hakim yang diketuai oleh M. Nazir, SH. MH, mempertanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum takengon terkait keterlibatan dan status para pihak Tim PHO dan konsultan pengawas dalam kasus ini. Sidang lanjutan yang akan digelar Jum’at (1/11/2019) dijadwalkan akan memeriksa saksi-saksi lainnya termasuk Tim PHO dan Konsultan Pengawas sebagai saksi.

Kajari Aceh Tengah, Nislianuddin SH.MH memalui Kasi Pidsus, Zainul Afirin SH saat dimintai keterangan oleh media ini membeberkan bahwa sebelumnya Pihak tim PHO dan Konsultan Pengawas sudah sempat di panggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara ini, Sementara untuk Rekanan Pengawas kegiatan tahun 2014 juga sudah kita panggil perusahaan CV. Fokus Design Konsultant.

Adapun nama perusahaan  konsultan pengawas tahun 2015 yang di panggil adalah CV. Negeri Antara Konsultan, namun saat di tanyai siapa nama Direktur perusahaan dan siapa yang dipanggil untuk dimintai keterangan jaksa menuturkan yang datang dipanggil adalah enginer lapangan bukan direktur perusahaan. Namun Jaksa enggan membeberkan nama Direktur CV. Negeri Antara dengan alasan lupa. Sementara dari beberapa data yang dihimpun oleh redaksi, CV. Negeri Antara Konsultan mengarahke nama salah seorang Anggota DPRK Aceh Tengah dengan inisial KA.

Dalam kesempatan berbeda Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah yang juga mantan Ketua Tim PHO, Drs. Uswatuddin MAP melalui sambungan telefon membenarkan bahwa dirinya yang ditunjuk Drs. NA pada tahun 2015 sebagai Ketua Tim PHO proyek tersebut dengan anggota Abri. BR, MPD. M.Rahim, Mizanuddin,S.Pd, Teti Herawati Lubis, Mukhlis.

Lebih lanjut kata Uswatuddin Untuk Tahun 2014 yang ditunjuk sebagai Tim PHO yakni Muhammad Daud, dan sebagai anggota diantaranya Drs.Mizanuddin, M.Rahim S.Pd, Drs. Abri BR. M.Pd, Mukhlis.

Sementara saat ditanya siapa yang saat itu bertanggung jawab sebagai Konsultan, Uswatuddin memilih bungkam. Media ini juga telah mencoba menghubungi KA, namun panggilan tidak dijawab.

GeRAK Gayo mensinyalir ada indikasi permainan dalam pengusutan dan penetapan status tersangka serta pemanggilan beberapa saksi yang hingga saat ini juga belum tersentuh, salah satu buktinya bahwa ada oknum Tim PHO dan Pihak Konsultan pengawas yang bertanggungjawab hingga saat ini belum pernah diperiksa oleh penyidik.

Sambungnya "GeRAK Gayo dalam waktu dekat akan menyurati Kejagung, Kejaksaan Tinggi Aceh dan KPK RI untuk meminta supervisi terhadap kasus ini". tutup Dedi P sebagai koordinator Advokasi. (Tim)

Komentar

Loading...