GeRAK Gayo : PPTK & Pangawas Jangan Manipulasi Progres….?

GeRAK Gayo : PT.Adik Abang Tidak Serius Bangun Kantor Imigrasi…? 12 Milyar Lebih Sia Sia…!

PhotoGrid_1572070379913

TOSKOMI.COM || TAKENGON - Dari amatan GeRAK Gayo , Dedi P. Pembangunan Gedung Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon Aceh Tengah di prediksi tidak akan siap tepat waktu.

Hal ini di sebabkan telatnya palaksanaan pembangunan gedung baru kantor imigrasi yang terletak di Lokasi Desa Paya Ilang Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, GeRAK Gayo menilai hingga pertangal 26/10/2019 masih dalam posisi 15 % lebih kurang pembangunannya.

Dedi P selaku Koordinator Advokasi menilai Pelaksana pembangunan kantor imigrasi yang di kerjakan oleh perushaaan atas nama (PT.Adik Abang Qanita Pratama) di anggap tidak terlalu serius dalam membangun kantor Imigrasi untuk di wilayah aceh tengah.

Atas dugaan ketidak seriusan pihak rekanan pelaksana tentu masyarakat aceh tengahlah yang paling di rugikan lantaran belum bisa di pungsikan awal tahun depan, tentu hal ini juga akan menyulitkan masyarakat aceh tengah ketika sedang melakukan urusan pembuatan pasport. Ungkap Dedi P yang merupakan ativis anti korupsi ini.

Di lain hal Dedi sapaanya aktivis anti korupsi ini juga mengatakan bahwa atas keterlambatan pembangunan kantor imigrasi ini meminta kepada PPTK dari KPPN dan Konsultan Pengawas agar tidak melakukan manipuladi progres kegiatan pembangunan kantor Imigrasi tersebut.

Hal ini perlu kita tekankan agar memberikan efek jera terhadap perusahaan pelaksana yang tidak bertanggungjawab atas pekerjaanya, akibat keterlambatan pembangunan ini, maka rakyat di 4 Kabupaten sepeti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara lah yang menjadi korban, karena kantor Imigrasi saKabini berada di kampung bukit kecamatam kebayakan sangatlah sempit bahkan lahan parkir pun tidak ada.

GeRAK Gayo juga menyampaikan perusahaan pengawas pekerjaan pembangunan kantor imigrasi adalah atas nama (CV.DYORBIT) juga mengingatkan agar tidak memanipulasi progres pembangunan kantor Imigrasi tersebut.

Dedi Menyebutkan nilai kontrak pembangunan kantor Imigrasi ini senilai Rp. 12 Milyar Lebih, ini adalah anggaran besar jangan sampai tidak dapat di manfaatkan oleh masyarakat.

Bila Perusaan PT.Adik Abang tidak dapat menyelesaikan pekerjaanya agar pihak terkait memblack list perusahaan tersebut agar hal semacam ini tidak terjadi lagi.

Berikut Nomor Tanggal Kontrak pelaksaan pembangunan kantor imigrasi Kelas III (W1.IMI.6.PB.02.09.-613/18 Juli 2019)

DEDI, juga menyesalkan pihak pelaksana tidak memberitahukan kepada publik kapan tanggal mati kontrak pembangunan gedung kantor imigradi kelas III Non TPI ini, tentu ini adalah salah satu pelanggaran dan kegiatan ini jelas dalam pengawasan TP4D dari kejasaan Negeri Aceh Tengah.

Artinya berbuat melawan hukum di depan aparat penegak Hukum ini adalah potret kecil penegakkan Hukum di Aceh Tengah. Ungkap Dedi dengan nada Kesal selaku koordinator Advokasi Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo. (i21)

Komentar

Loading...