Bupati Shabela Saksi Perkara Cuitan Bupati “Biadab” di PN Takengon Dengan Terdakwa SML

Screenshot_20191025-163640_Facebook

TOSKOMI.COM || Takengon - Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar hadir dalam sidang ke empat di Pengadilan Negeri (PN) Takengon pada Sabtu (25/10/2019) memberikan kesaksiannya sebagai korban dalam perkara dugaan pencemaran nama baiknya oleh terdakwa berinisial SM.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 10.20 WIB itu dipimpin ketua PN Takengon Endi Nurindra Putra, SH, MH didampingi Khairu Rizki, SH dan Muhamad Adi Hendrawan, SH sebagai hakim anggota.

Dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah hadir JPU Juanda Fadli, SH, Rudi Hermawan dan Darma Mustika, SH.

Kepada majelis hakim, Bupati Shabela mengaku tak paham terhadap sikap terdakwa yang menyebut dirinya biadab di akun media sosial terdakwa.

Namun Bupati Shabela mengaku, perkara dugaan pencemaran nama baik itu diadukan ke polisi atas permintaannya demi meredam emosi tim sukses terhadap terdakwa. Menurut Shabela, kata biadab tak pantas disandang kepadanya, terlebih Ia seorang pemimpin di Aceh Tengah.

"di Gayo ini, hampir tidak pernah saya dengar kata biadab, ini yang menyakiti hati saya dan kalau tidak diamankan polisi, saya khawatir akan terjadi hal yang tidak baik terhadap terdakwa," kata Shabela.

Kepada majelis hakim, Shabela juga mengaku telah mengenali terdakwa SM sejak Ia belum menjabat sebagai bupati Aceh Tengah.

Selain Bupati Shabela, JPU juga memanggil dua saksi dari korban; Kabag Hukum Aceh Tengah dan masyarakat.

Sementara dalam tanggapannya terdakwa SM membenarkan keterangan dari tiga saksi korban. Dalam sidang ini terdakwa tidak didampingi kuasa hukum. Begitupun, keluarga terdakwa mengikuti jalannya sidang hingga usia. Sidang ditunda hingga Jumat 1 November 2019 dengan agenda mendengarkan saksi ahli bahasa dari Banda Aceh yang akan dihadirkan JPU.

Majelis hakim tidak menahan terdakwa SM karena dianggap kooperatif.

Pertengahan Juli 2019, Pemerintah Aceh Tengah melalui Kabag Hukum melaporkan SM ke polisi pasca postingannya diduga mencemarkan nama baik Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar.

SM menulis status bernuasa pencemaran nama baik di akun facebook miliknya. Ia menulis Bupati Aceh Tengah terbiadab dalam tender proyek. Dalam status itu Ia diduga kesal akibat kalah tender. (RRI)

Komentar

Loading...