Alasan Bupati Tidak Ada Tabir Keliling : Pernah Terjadi Insiden Keributan Saat Itu, H.Hamdan Bupati Tidak Boleh Sepihak Memutuskan

Zam Zam : Kenapa Bupati Terkesan Kurang Respek Terhadap Kegiatan Bernuansa Islam

PhotoGrid_1565585898293

TOSKOMI.COM || Takengon – Jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1440/2019 Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah resmi meniadakan pelaksaan takbir keliling sebagaimana kebiasaan dilakukan daerah lainnya, peniadaan ini diputuskan dengan alasan pernah terjadi keributan antar peserta takbir dan masyarakat yang menonton.

Hal ini disampaikan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar kepada Sabtu, (10/08).

Menurut Bela, pihaknya tetap tidak mengadakan Acara takbir keliling dengan alasan pernah terjadi insiden keributan pada saat pelaksaan kegiatan tersebut, antara rombongan peserta takbir dengan masyarakat yang menonton dipinggir jalan dimana kepemimpinan bupati sebelumnya, sehingga pimpinan saat itu memutuskan untuk tidak lagi mengadakan kegiatan takbir keliling dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Raya.

“Bukan saya yang meniadakan acara takbir keliling ini, itukan sudah keputusan bupati sebelumnya karena alasan pernah terjadi keributan pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut, jadi itu bukan keputusan saya,” ujar Bela.

Namun demikian, Bela mengaku pihaknya tetap menganjurkan pelaksanakan takbir di mesjid masing-masing baik ditingkat kecamatan maupun tingkat pedesaan, dalam rangka menyambut dan memeriahkan perayaan Hari Raya Kurban kali ini.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak sangat menyesalkan keputusan bupati yang tidak mengadakan kegiatan pawai takbir keliling dalam rangka merayakan dan memeriahkan Hari Raya umat Islam ini, baik Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha sebagaimana lazim nya didaerah lain.

Zam Zam menganggap alasan bupati meniadakan kegiatan pawai takbir karena pernah terjadi keributan pada saat proses kegiatan tersebut dimasa bupati sebelumnya sangat tidak tepat dan tidak logis, bagaimana tidak, kata Zam Zam, masa untuk kegiatan Pagelaran Pacu Kuda yang resiko terjadi keributan sangat tinggi serta tempat terjadinya praktik perjudian besar-besaran, Pemda mampu mengerahkan segenap aparat keamanan untuk mengamankan kegiatan tersebut.

Selain kegiatan pacu kuda, lanjut Zam Zam lagi, pemda mendukung sepenuhnya setiap kegiatan konser musik yang diadakan di Aceh Tengah, terutama musik dangdut, sementara untuk pawai takbir keliling yang dimana berisikan syi’ar takbir, tahlil dan tahmid sebagai bentuk rasa bersyukur dan ungkapan kegembiraan dari masyarakat, hanya karena satu insiden kecil, Pemda Aceh Tengah langsung mengambil sikap untuk meniadakan kegiatan tersebut.

“Aceh Tengah ini bahagian dari Aceh, yang menganut hukum Syariat Islam, jadi perlu dipertanyakan kenapa bupati terkesan kurang respek terhadap kegiatan yang bernuansa Islam, masa untuk kegiatan pacu kuda yang kemungkinan terjadi keributan sangat besar dan tempat terjadinya praktik perjudian bisa diamankan begitu juga dengan kegiatan konser dangdut, lha kenapa pawai takbir keliling langsung diputuskan untuk ditiadakan, ada apa,” ujar Zam Zam.

Seprtinya, kata Zam Zam lagi, pemegang pimpinan Aceh Tengah tidak begitu respek dengan nilai-nilai Syariat Islam yang sedang berusaha ditegakkan Aceh dan Aceh Tengah khususnya.

Sementara itu diwawancarai secara terpisah, salah seorang Anggota DPRK Aceh Tengah dari Partai Nasdem, H Hamdan Guru Gama mengatakan, dia tidak setuju jika pihak eksekutif secara sepihak memutuskan untuk meniadakan kegiatan pawai takbir keliling ini, meskipun ada permasalahaan dikepemimpinan bupati sebelumnya, namun Hamdan mengatakan, kenapa tidak dicari solusinya bukan harus dihentikan.

Kepada segenap masyarakat Aceh Tengah, Hamdan berharap, jika masyarakat mnginginkan diadakannya kegiatan pawai takbiran dalam rangka menyambut dan memeriahkan perayaan Hari Raya kembali diadakan, maka disarankan agar masyarakat melalui perwakilannya mendatangi pihak DPRK Aceh Tengah guna duduk bersama mebahas hal tersebut, agar pihak legislatif dapat menyampaikan usulan masyarakat ke bupati terkait hal ini.

“Saya sudah telepon Sekda Aceh Tengah, dan alasannya ditiadakan takbir keliling karena ada insiden keributan antar peserta, kata Sekda, namun saya pribadi ingin kegiatan takbir keliling ini kembali diadakan dan kita harus duduk bersama membahas masalah ini,” ujar Hamdan.(Acehsumatra.co.id)

Komentar

Loading...