GMNI :Pemda Aceh Tengah Jangan Mengintervensi Terkait PT. Bank Aceh Yang Dibangun Di Tanah Anak Yatim

PicsArt_07-26-06.46.26

Toskomisi.com | Takengon (26/07)
Pemerintah daerah melalui wakil bupati melayangkan surat undangan dengan Nomor : 005/2678/TAPEM Dalam rangka agenda Silaturahmi dan Menyamakan Persepsi Tentang Lokasi Kantor PT.  Bank Aceh Syariah Cabang Takengon yang akan berlangsung sabtu 27 juli 2019.

Undangan silaturahmi dan menyamakan persepsi tentang lokasi PT Bank Aceh ini dijadwalkan sebelum acara peresmian Bank Aceh pada tanggal 29 juli 2019.

menyikapi undangan yang dilayangkan oleh wakil Bupati Aceh Tengah tentang kedudukan PT Bank Aceh Syariah cabang takengon, maka kami GmnI Cabang Aceh Tengah Menegaskan :
Tidak hadir pada agenda ini dan kami tetap menolak berdirinya bank aceh ditanah yayasan budi luhur karna ini adalah tanah milik anak yatim piatu kita.

Kami tetap membela hak anak yatim piatu yang telah di perjual belikan oleh pemerintah daerah, karena ini merupakan bentuk pendzoliman hak-hak anak yatim piatu, sebab kami sangat takut akan murka Allah SWT.
"Pungkas Bung Asrul Amin Sekretaris GmnI Cabang Aceh Tengah"

Sikap ini di ambil oleh GMNI karena kami menginginkan lahan Budi Luhur itu dikembalikan oleh pemerintah kepada yayasan Budi Luhur, namun pada hakekatnya sampai saat ini pemerintah membiarkan PT. Bank Aceh berdiri dengan megah di atas hak-hak anak yatim".

Kalau memang pemerintah daerah ingin menyamakan persepsi, maka pemerintah daerah harus mengembalikan hak Anak Yatim kepada Yayasan Budi Luhur,  agar persepsi ini sama dengan keinginan khalayak banyak.  Kalau memang itu tidak terjadi, maka GMNI menyatakan sikap untuk tetap menolak PT.  Bank Aceh yang berdiri di atas hak Anak Yatim".  Tutup Asrul. ( Rell)

Komentar

Loading...