Bidan Honor Hikmah Niate Agar di Ajukan Sebagai Bidan Teladan Dari Desa Jamur Konyel

FB_IMG_1564122825110

TOSKOMI.COM || Takengon - Pagi ini dipertemukan oleh Bidan Honor Daerah yang LUAR BIASA BERDEDIKASI DI Kabupaten Aceh Tengah….

Kenapa…?

  1. Bidan tersebut SERING membawa langsung Ibu hamil memeriksakan pasiennya untuk USG ke Dokter Kandungan dalam rangka screening dan penatalaksanaan selanjutnya terhadap ibu hamil. Bukan hanya 1 pasien yang dibawa namun Ramai
  2. Bidan tersebut membawa mobil pribadi dan menyetir sendiri membawa semua pasiennya dengan IKHLAS dari tempat tugas yang jauh dari Pusat Pelayanan Rumah Sakit Umum agar didapati Ibu hamil yang sehat selama kehamilan hingga persalinan
  3. Bidan PEDULI terhadap kehamilan pasiennya dengan banyak pertanyaan ke Dokter Kandungan tentang bagaimana keadaan janin, apa yang harus dan tidak boleh serta bagaimana penanganan selanjutnya tentang kehamilan dan persalinannya
  4. Bidan CEKATAN karena tahu dan mengerti serta diaplikasikan tentang bagaimana harus dirujuk terhadap pasien resiko tinggi dan kegawatdaruratan obstetri.

Bidan tersebut bukan bidan PTT, namun Bidan HONOR dari daerah dan ditempatkan didaerah pedalaman yang belum ada signal telepon. Bidan tersebut sudah berbakti selama 5 tahun di Puskesmas Bintang yang letaknya merupakan ujung dari DANAU LUT TAWAR dari Kabupaten Aceh Tengah.

Setelah Bakti 5 tahun lalu menjadi Bidan Honor sejak tahun 2016 dan belum PNS, sekarang bertugas di daerah pedalaman JAMUR KONYEL sebagai bidan desa dengan Jumlah Penduduk 303 Jiwa, KK 80 orang, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, INDONESIA.

Bolehlah orang-orang berdedikasi seperti ini di prioritaskan menjadi PNS apabila ada formasi Bidan PNS untuk daerah Aceh Tengah.

Bolehlah apabila Bidan ini di prioritaskan menjadi Bidan Teladan yang kita promosikan dari daerah agar mendapat kesempatan untuk berjumpa dengan Menteri Kesehatan RI dan Presiden RI di Istana Negara.

Bidan Desa Honor tersebut bernama:
HIKMAH NIATE

Informasi ini dapat dari akun pribadi Facebook dr. Muhammad Yusuf

Berijin…

Komentar

Loading...