Praktek Nepotisme Menggerogoti Dunia Pendidikan Aceh Tengah, MPD Dituntut Bersikap

80709D2F-F02E-443F-8863-11E8E0A0167A

Takengon - Dunia pendidikan Aceh Tengah tercoreng, praktik nepotisme merahalela, Kata Arianto Mahasiswa STAIN Gajah Putih.

Melalui siaran persnya Arianto mencium praktek nepotisme di dunia pendidikan khusunya penerimaan siswa/i baru tingar SMA. (22/5/2019)

Dalam amatanya, Arianto melihat ada hal yang unik bagi, dimana seorang guru secara terang-terangan mengatakan bahwa "KAMI PE ARA JATAH KIN NAYON SISWA AYU NI".

Praktik ini memang sebenarnya lumrah terjadi di sekolah-sekolah ungulan di Aceh Tengah. Persaingan kemampuan antar siswa kadang kalah dengan posisi anak pejabat atau anak dari guru yang mengajar disana.

Jatah menjatah ini sudah kian kentara menurut Arianto dari hari kehari. Sehingga esensi deri pendidikan justru hilang.

Hal ini menurutnya adalah sebuah tindakan Korupsi yang secara definisi korupsi adalah hal yang menyalahgunakan wewenang demi menguntungkan dan merugikan orang lain.

Dilain sisi memang benar SMA/Sederajat sudah di ambil alih oleh provinsi, tapi bukan berarti jika sudah diambil provinsi Kabupaten tidak boleh campur tangan,ini demi kemajuan generasi penerus Aceh Tengah.

Lembaga yang diberikan kewenangan memberikan masukan kepada eksekutif seperti Majelis Pendidikan Daerah untuk unjuk gigi.

Ini masalah serius yang diderita Pendidikan, sudah seharusnya MPD Aceh Tengah berkerja untuk menyelamatkan dunia pendidikan di Aceh Tengah dari pusaran nepotisme.

Harapan kita agar MPD juga turut berperan membenahi sistem yang bobrok ini. Agar masyarakat mengerti dan tau bahwa ada lembaga yang ditugaskan di dunia pendidikan, dengan upah yang tergolong mewah.

Arianto berharap Pendidikan Aceh Tengah terbebas dari pola-pola korup. [Rm]

Komentar

Loading...