Terhadap PT.LMR, Gayo Merdeka Minta Nova Tidak Melakukan “Standar Ganda”

5D0641F3-8439-4AA8-BBEA-E19A7247631D

TOSKOMI.COM|| Banda Aceh  (1/5/2019)-Gayo Merdeka Desak Plt Gubernur Aceh mengakomodir sikap penolakan dan mencabut izin penambangan pengolahan biji emas oleh PT. Linge Mineral Resources proyek Abong di kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Semestinya tuntutan dalam surat pernyataan kesepakatan menyebutkan pertambangan emas di Aceh. Bukan hanya tertuju kepada perusahaan PT. Emas Mineral Murni (PT.MM) saja.

"Perusahaan tambang emas di Aceh bukan hanya cuma PT EMM. Tapi ada juga PT. Linge Mineral Resources di Abong di kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Isu yang diusung sama, menolak eksplorasi pertambangan di Aceh. Namun sayangnya gaung yang disampaikan pejuang lingkungan di Gayo, seperti tidak bersambut saat dilangsungkan demo di Banda Aceh. Mereka lebih terfokus pada PT EMM.

Mungkin dengan cara dilangsungkan demo besar-besaran di Banda Aceh PT. LMR lebih di perhatikan. Mungkin ini cara yang paling bagus, supaya Plt. Gubernur mau mengakomodir sikap penolakan kami.

PT. Linge Mineral Resource, mendapatkan IUP Eksplorasi pada tahun 2009 dengan nomor 530/2296/IUP-EKSPLORASI/2009 dengan luas area 98.143 ha, komoditas Emas DM, di Kecamatan Linge dan Bintang Aceh Tengah.

IUP Eksplorasi diterbitkan oleh Bupati Aceh Tengah. Status IUP Eksplorasi PT. Linge Mineral Resource adalah CNC. Dari luas tersebut 19.628 ha berada di KEL & HL, sisanya 78.514 Ha Hutan Produksi.

Kemudian pada 4 April 2019, PT. Linge Mineral Resource menerbitkan pengumuman rencana usaha dan/atau kegiatan dalam rangka studi AMDAL, dengan data sebagai berikut;
Jenis rencana usaha: Penambangan dan Pengelohan Bijih Emas Dmp
Luas: 9.684 Ha
Produksi: maksimal 800.000 ton/tahun
Lokasi: Proyek Abong, desa Lumut, desa Linge, desa Owaq dan desa Penarun, kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Artinya dalam dengan satu tahap lagi, PT. Linge Mineral Resource akan mendapatkan izin Produksi /eksploitasi.

Rencana penambangan biji emas itu, kami menolaknya. Alasannya, selain merusak lingkungan dan mencemari air dengan limbah, kehadiran perusahaan tidak bermanfaat untuk masyarakat. “Kami tidak mau hutan dan alam tempat kami menggantungkan hidup hancur, kami tidak mau situs sejarah Linge hancur, itu tempat sakral suci orang Gayo, Linge itu rumah peradaban kami. Indentitas kami.

lokasi pertambangan emas itu merupakan tempat bersemayam raja-raja Linge. Salah satu daerah cikal bakal lahirnya masyarakat Gayo, suku tertua di Aceh. “Kami tidak ingin daerah keramat di diganggu perusahaan,” hal inilah yang menjadi alasan kuat menolak tambang di sini. ungkapnya.

Maka kami meminta kepada Plt Gubernur Aceh untuk mengakomodir tuntutan Masayarakat Aceh Tengah. [Rm]

Komentar

Loading...