Akibat Zina, Empat Terdakwa Dicambuk 100 Kali, Dua Lainya Dicambuk 25 Kali.

0A181A9B-98E0-4B93-94BE-BC238BC93766

TAKENGON - Hukuman cambuk bagi pelanggar Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat kembali digelar di Kabupaten Aceh Tengah. Uqubat cambuk bagi Enam orang pelaku jarimah zina digelar di depan Gedung Olah Seni Takengon Rabu (30/1/2019) turut disaksikan oleh ratusan masyarakat.

Berdasarkan putusan Mahkamah Syari’ah telah berkekuatan hukum menyatakan para terdakwa yang melakukan perbuatan zina yang berinisial PS (29) warga Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Serta SN (32) Dusun Pasar Batu Pantai Tinjau. Kecamatan Cekrak Kab Aceh Tengah. IN (29) Simpang Empat Rejewali, Kecamatan Ketok, Kab Aceh Tengah sedangkan IS (24) Jalan Mangkubumi Kelurahan Alur. Kecamatan Medan Maimun Kota Medan.

Ke empat terdakwa dihukum sebanyak 100  kali cambukan di depan umum.

Sedangkan yang melakukan perbuatan Jarimah Ikhtilat di hukum cambuk sebanyak 25 kali cambukan di depan umum dengan terdakwa yang berinisial RT (22) Warga Kampung Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, dan AM(37) Kampung Blang Kolak Dua, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan daerah dan Syari’at Islam pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP WH) Aceh Tengah, Anuar mengatakan, diselenggarakanya pelaksanaan hukuman cambuk itu sesuai dengan pasal yang dilanggar dan telah berkekuatan hukum tetap.

“Setiap pelaksanaan hukuman cambuk efek jeranya lebih pada pelaku. Bagi penonton hanya sekedar pembelajaran untuk menjauhi perbuatan yang melanggar syari’at. Sudah banyak contoh pelanggar telah diproses dan dijatuhi hukuman,” kata Anuar usai pelaksanaan cambuk.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari perbuatan yang melanggar qanun Syari’at Islam. “Semoga ini menjadi pelajaran untuk kita semua” Tutupnya. [SE]

Komentar

Loading...