Puan Ratna dan Kala Wih Ilang

A02FCAC0-9999-4577-B887-71D84F5CFA4A

TOSKOMI.COM|| Takengon (28/12/2018)-Ketua TP-PKK Aceh Tengah Puan Ratna menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke Kampung Kala Wih Ilang bersama sejumlah organisasi wanita.

Pengalaman itu diungkapkan disela menyampaikan sambutannya pada acara resepsi peringatan hari ibu di gedung Ummi Pendopo Takengon, Kamis (27/12/2018).

Dikisahkan untuk sampai di kampung yang terbilang terisolir itu, rombongan sempat dihadang hujan deras dan harus bersibaku dengan lumpur yang menggenangi badan jalan yang belum diaspal.

“Kami bersama rombongan sempat mau pulang karena sulitnya jalan menuju kesana,” ujarnya dihadapan Bupati Shabela Abubakar, unsur Forkopimda dan sejumlah kepala SKPK yang turut hadir dalam kegiatan resepsi hari ibu.

Namun semangat ingin bertemu dengan warga dan ingin berbagi dalam rangka hari ibu, membuat Puan dan rekan-rekanya bersikeras sampai di wilayah itu, meski harus menumpangi kendaraan double cabin.

Puan juga menuturkan banyak aspirasi yang diterimanya dari kunjungan kewilayah itu, mulai dari kondisi jalan, pelayanan kesehatan dan jaringan seluler menjadi satu keluhan bagi warga mualaf yang mendiami kampung yang berada di wilayah Kecamatan Pegasing ini.

Disisi lain Puan Ratna menyampaikan Kala Wih Ilang merupakan daerah pertanian yang sangat cocok ditanami dengan berbagai jenis tanaman palawija.

“Kami melihat tanaman kentang sangat cocok dikembangkan disana, daripada tanaman kopi. Kami sempat menyarankan untuk tanaman palawija agar menggunakan pupuk organik,” tambahnya.

Menanggapi kondisi jalan menuju Kampung Kala Wih Ilang, bupatipun menyebutkan daerah  tersebut merupakan kawasan hutan lindung.

“Karena kawasan ini hutan lindung, pelan-pelan bagaimana kita mengeluarkan wilayah ini dari hutan lindung atau bekerjasama dengan kehutanan. Jadi memang sangat miris kita melihat kehidupan masyarakat disana,” pungkas Shabela.

Diakui tanaman palawija didaerah itu sangat cocok dikembangkan, terutama kentang yang sebagian besar dihasilkan dari Kala Wih Ilang.

“Kedepan kita juga mencoba mengembangkan tanaman alpukat di Kampung Kala Wih Ilang, orang Taiwan juga kita bawa ke sana,” kata Shabela. [Rel]

Komentar

Loading...