Dilema Banjir Mongal, Aktivis Gayo Merdeka Angkat Bicara

IMG-20181129-WA0030

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH (Kamis,29/11/2018) Badan jalan nasional lintas Takengon-Bireun, Kampung mongal, Kecamatan Bebesen kembali di genangi luapan air, sehingga pengendara resah dan kesulitan melintasi jalur tersebut.

Deras nya curah hujan yang turun beberapa waktu belakangan ini, membuat air yang berasal dari drainase kampung mongal itu meluap menimbulkan banjir sampai kebadan jalan hingga tingginya mencapai lutut orang dewasa.

Banjir yang kerap melanda jalan nasional lintas Takengon-Bireun tepatnya Kampung Mongal selalu menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, pasalnya jika hujan turun melanda kota Takengon jalan nasional kampung mongal tersebut selalu digenagi air hingga banyak pengendara mengalami kecelakaan seperti terperosok kedalam lubang galian di tengah badan jalan, masuk parit dan juga kendaraan yang di tumpangi mereka mogok secara tiba-tiba mengakibatkan keresahan bagi pengendara yang melintasi jalan nasional itu.

seringnya terjadi banjir di lokasi itu, namun Ironisnya pemerintah juga pihak terkait yang membidangi masalah itu tidak menanggapinya dengan hal yang  sangat serius, hingga beberapa waktu yang lalu masyarakat sekitar sudah berupaya beberapa kali sempat memprotes keadaan jalan nasional yang banjir itu dengan meluapkan kekesalan mereka dengan cara menanam pohon pisang di tengah jalan dan berbagai protes lainnya.

Dalam hal ini, Usuf Sabri Aktivis Gayo Merdeka saat wawancarai di lokasi banjir, sangat menyayangkan keadaan badan jalan nasional yang sehari-hari menjadi lintasan masyarakat hingga pengendara dari luar kota takengon karena sudah sangat menghambat aktivitas dan membahayakan keselamatan masyarakat dan pengendara,  kata beliau sudah bertahun-tahun banjir ini terjadi namun tidak di tangani dengan serius oleh pemerintah dan pihak terkait, karna kata beliu banjir ini sudah sangat sering kali terjadi hingga menimbulkan ke khawatiran bagi masyarakat dan pengendara yang melintasi jalan itu, oleh karna itu perlu penanganan yang sangat khusus mengingat jalur tersebut adalah jalur utama lintas Takengon-Bireun.

Usuf juga mengatakan sangat kecewa jika beberapa waktu lalu pemda aceh tengah sempat mendatangkan tim khusus untuk mengatasi banjir di mongal itu, namun kata beliau nyatanya tim khusus itu juga tak mampu memberikan solusi terbaik hingga menimbulkan banjir kembali terjadi,  "tim khusus dari jakarta itu hanya mampu mengatasi sungai ciliwung tak mampu mengatasi persoalan drainase mongal itu" ungkap usuf dengan penuh kekecewaan.

Usuf Aktivis Gayo Merdeka itu meminta agar segera ada perhatian secara khusus dari pemerintah daerah maupun provinsi dan pihak terkait, bisa memberikan solusi terbaik juga menuntaskan persoalan banjir itu secepat mungkin dan memperbaiki jalan nasional kampung mongal tersebut secara maksimal, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, keresahan bagi masyarakat dan pengendara kedepannya. (Dedy D23)

Komentar

Loading...