Jahe 6.000 Per Kilogram, Permintaan Makin Meningkat

684FB513-E877-4BF4-AD92-BC71DD0D3CF4

TOSKOMI.COM||Takengon (1/11/2018)- Salah satu Toke di Aceh Tengah, Ariyadi kewalahan dengan semakin tingginya permintaan Jahe dari daerah yang terkenal berhawa sejuk ini.

Hal ini diungkapkan Ariyadi kepada media ini di gudang miliknya yang terletak di Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang Aceh Tengah (1/11/2018).

Ariyadi mengungkapkan Jahe dari Aceh Tengah kini dilirik pasar, buktinya saat ini permintaan yang diterimanya sangat tinggi, yakni 8 Ton/ sepekan.

Untuk memenuhi kebutuhan stock, tak jarang Ariyadi harus rela menjemput bola sampai ke kebun-kebun warga, karena menutnya Jahe belum menjadi komoditas primadona di Aceh Tengah, padahal potensinya sangat luar biasa.

Mengenai harga kata Ariyadi, saat ini dia menerima Rp. 6.000 perkilogram  Jahe  emprit Segar,  dan diperkirakan akan meningkat karena permintaan semakin banyak.

Jahe (Bing dalam bahasa Gayo- red) merupakan komoditas  asal indonesia yang sangat mudah untuk dibudidayakan dan tidak perlu mendapatkan perhatian khusus. Untuk menghasilkan Jahe, dibutuhkan waktu penanaman 1 tahun, dan bisa ditanam berdampingan dengan tanaman lain (tumpang sari). [Az]

 

 

Komentar

Loading...