Bocah 13 Tahun Meninggal Diduga Setalah Di Suntik Pihak RSUD

22134-678x381

TOSKOMI.COM || ACEH BARAT -(20/10) Alfareza (13), warga Desa Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh. Keluarga Alfareza menduga meninggalnya bocah tersebut pasca disuntik pada Jumat (19/10) malam.

Paman korban Syahril, mengatakan keponakannya itu dilarikan ke RSUCND Meulaboh setelah mengalami luka akibat tertancap dahan pohon kayu dibagian pantatnya pasca jatuh dari pohon pada siang hari.

Selanjutnya, ia bersama orang tua Alfareza membawa anak tersebut ke rumah sakit sekitar pukul 14.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB langsung ditangani oleh dokter bedah, yakni dr Samson.

“Pasca operasi keponakan saya itu langsung sehat, bahkan sudah bisa ngobrol,” kata Syahril kepada AJNN, Sabtu (20/10) saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Usai operasi, dr Samson sempat mengatakan keponakannya itu dalam kondisi baik-baik saja. Namun saat malam hari, perawat jaga di ruang anak tersebut memberikan serum suntik sebanyak tiga kali. Pasca disuntik itu, keponakannya langsung meninggal dunia.

Saat pemberian serum suntik, kata Syharil, perawat tersebut tidak melakukan uji coba terlebih dahulu terhadap obat tersebut guna melihat kondisi pasien alergi atau tidak atas serum yang akan dimasukkan lewat cairan infus itu.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali, tidak dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik. Disuntik sekitar pukul 20.00 WIB,” ungkapnya.

Sayangnya, kata Syahril, pihak keluarga tidak bisa membuat laporan ke polisi karena prosedur yang sangat rumit. Dimana jika membuat laporan polisi, jenazah korban harus dibawa ke Banda Aceh untuk diotopsi.

“Di Meulaboh tidak tim medis serta alat yang lengkap untuk otopsi. Makanya kemuda keluarga menolak, tidak mungkin lagi harus bolak-balik Meulaboh-Banda. Tapi alat bukti berupa jarum suntik dan sisa obat-obatan yang digunakan untuk menyuntik keponakan saya sudah disita polisi,” ungkapnya.

Anehnya, pihak rumah sakit meminta meminta agar keluarga Alfareza menandatangani surat pernyataan. Namun Syaril mengaku pihaknya menolak menandatangani surat pernyataan itu.

“Untuk mendapatkan upaya hukum, kami terus melakukan konsultasi baik dengan pihak medis yang mengetahui tentang obat-obatan maupun dengan pihak kepolisian untuk mencari informasi tatacara melaporkan kasus ini,” katanya

Direktur RSUCN Meulaboh, Dr. Furqansyah saat dihubungi AJNN melalui telepon selularnya, belum mau memberi keterangan atas kronologi tersebut, dengan alasan sedang rapat.

“Hallo nyoe soe, kamoe teungoh meurembuk ilee boh (Hallo ini siapa, kami sedang rapat dulu ya,” kata Dr.Furqan. (ajnn.net)

Komentar

Loading...