DPC GmnI Aceh Tengah vs Azam Umara Berdamai

IMG-20181006-WA0081

Toskomi.com, Takengon (6/10) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Azam Umara salah satu Calon Anggota DPRK Aceh Tengah memutuskan untuk menempuh jalur kekeluargaan dalam menyikapi tulisan di kolom komentar facebook saudara Badri Wien Bungsu "kune kam gere politik praktis... Gere ke GMNI kam? Sayap PDIP... enti kul omong... Artinya Bagaimana kalian bukan politik praktis... Bukan kah GMNI kalian? Sayap PDIP... Jangan besar bicara...

Azam umara dalam pertemuan yang di fasilitasi oleh persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Aceh Tengah Bung Zulpan Diara Gayo di Caffe Hibburger Takengon, Saptu (6/10/2018), mengakui dirinya telah melakukan kesalahan, karena dalam tulisannya itu menyebut GMNI adalah sayap PDIP.

Ia mengaku tidak punya niat sedikitpun untuk membuat aggota GMNI tersinggung dalam kolom komentar tersebut. "Saya menyatakan minta maaf dan akan merevisi tulisan saya," ujarnya.

Azam Umara menyebut penulisan GMNI sebagai Sayap PDIP adalah ia melihat berita wordsfot. Setelah tulisannya itu menuai kritikan, ia kemudian mencoba mencari bukti pendukung atas tuduhannya tersebut, namun tidak diketemukan.

"Saya telah salah menulis GMNI sayap PDIP terangnya. ternyata kedua lembaga ini sangat jelas perbedaanya bahkan GMNI tidak berafiliasi dengan partai manapun melainkan independen.

Saddam Nautah selaku ketua PA GMNI Bener Meraih menjelaskan memang Para Alumni GMNI setelah selsai BerGMNI banyak memilih terjun ke dunia politik, memang Mayoritasnya Berada di PDIP namun banyak juga di partai lain seperti GOLKAR, PAN, DEMOKRAT, HANURA, apalagi yang masih muda banyak juga masuk ke PSI dan partai lain.

wakil ketua GMNI bidang Advokasi dan Agitasi, Lamsyah Budin Gayo dalam kesempatan yang saman menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyikapi tulisan saudar Azam Umara itu dengan cara yang baik dan kekeluargaan.

Ia juga menegaskan bahwa GMNI Aceh Tengah memaafkan kesalahan yang sudah dilakukan oleh Calon Anggota Legislatif dari Partai Demokrat tersebut.

"Kami bersepakat untuk saling memaafkan, dan menjaga kekeluargaan," ujarnya.

"Ini juga jadi alat penjelas kepada publik, bahwa GMNI tidak berafiliasi dengan Partai Apapun dan juga kita selaku orang gayo masih mengutamakan rasa kekeluargaan. (Rell)

Komentar

Loading...