Juri M2IQ – MTQ XXXIII Aceh Tengah Tidak Konsisten dan Dinilai Melanggar Sumpahnya

IMG-20180929-WA0000

TOSKOMI.COM || Takengon ( 24/09 ) Tepat pada malam selasa di aula kantor camat pegasing para Penyelenggara Musabaqoh Makalah Ilmiah Al-Qur'an ( M2IQ ) pada kegiatan MTQ KE XXIII Se-kabupaten Aceh Tengah telah menyepakati hasil dari meting yang dilakukan oleh seluruh kontingen kecamatan se-Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam hasil meting tersebut ada beberapa keputusan yang hasilkan diantaranya syarat dan ketentuan yang  harus dipatuhi oleh para peserta atau opicial pada cabang perlombaan tersebut salah satunya adalah peserta tidak bole membawa teks yang meliputi Tek yang berbentuk makalah, apa bila diketahui membawa teks dan sejenisnya maka peserta akan diskualifikasi oleh penyelenggara. Hal ini langsung di ungkapkan ketua bagian M2IQ yaitu Drs. Zulpan MM sekaligus salah satu dewan juri yang berada dalam kesempatan tersebut.

Dalam Keberlangsungannya acara tersebut selama satu hari, ternyata  telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh peserta M2IQ tersebut,  diduga ada persekongkolan dengan Dewan juri terdapat contekan atau makalah yang sudah dipersiapkan untuk mengikuti Final.

Nama peserta yang seharusnya gugur dalam perlombaan tersebut :
1.peserta putra dari bebesen
2.peserta putra kebayakan putra
3.peserta putra pegasing
Dan ada beberapa kecamatan yang lain melihat konsep. Dalam  penetapan persaratan tersebut tak pantaslah peserta tersebut melaju ke babak pinal

Namun kecurangan dewan juri sangatlah transparan di lihat para opicial dan peserta dari seluruh kecamatan se kabupaten aceh tengah yang mengikuti hal ini. Hal ini di ungkapkan oleh Sahidin, M.Si sebagai salah satu opicial yang m ngikuti perlombaan yang berasal dari kecamatan Linge.

Saat di ketahui bahwa ada kecurangan yang dilakukan oleh dewan juri, para opicial dari enam kecamatan langsung meminta untuk audiensi dengan ketua LPTQ  yaitu Drs.H.Saleh samaun dan Drs Alamsuhada (Ketua dinas syariat islam Aceh Tengah ) dewan juri menunda untuk Audiensi hari ini.

Dari kejadian yang terjadi dewan juri hanya meminta maap memulai kementerian agama yang diperuntukkan disampaikan Kepada para peserta dan opicial atas kejadian ini, Sedangkan permasalahan yang terjadi tidak di selesaikan dengan cara prepesional kata Sahidin sebagai Oficial dari Kecamatan Linge.

Di samping sahidin yang menyatakan hal ini
Tgk.Irwansyah S.Pd.M.Pd.  beliau salah satu pelatih utama dari kecamatan linge menyatakan bahwa  juri menghinati kesepakatan dalam perjanjian yang di jadikan sebagai persaratan dalam mengikuti lomba tersebut.

Beliau jugak meminta kepada Bapak Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar untuk mengambil kebijakan dalam menyelesaikan permasalah ini,
Karna dalam acara pembukaan perlombaan yang berlangsung di Kecamatan Pegasing Bapak Bupati Aceh Tengah menyatakan jangan ada kecurangan dan berikan yang terbaik bagi putra-putri Aceh Tengah. Selain menilai dewan juri tidak konsisten juga dewan juri dianggap tidak merenspon baik apa yang telah di sampaikan bupati aceh tengah
Tutup Irwansyah.(Rel)

Komentar

Loading...