GmnI Juga Meminta Dewan Mengesahkan Qanun Tata Niaga Kopi dan Getah Pinus

6D408773-2072-46AC-80FF-9BEDFD57D6FC

TOSKOMI.COM|| Takengon (27/9/2018)- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia cabang Aceh Tengah selain meminta DPRK Aceh Tolak Izin Operasi PT. EMM, juga meminta lembaga dewan yang terhormat tersebut memprogramkan Qanun Tana Niaga Kopi, Serta Qanun Tata Niaga Getah Pinus.

Tuntuan tersebut dibacakan oleh Lamsyah Budin ketika wawancara dengan awak media, kamis (27/9/2018).

GmnI kata Lamsyah, merasa sistem tata niaga kopi masih memungkinkan praktik yang tidak adil. Praktik rantai rentenir masih terlalu panjang sehingga sangat merugikan petani kopi.

Juga terhadap Getah Pinus, Lamsyah merasa perlu adanya tata kelola sebagai ujud dari hadirnya pemerintah terhadap pengelolaan getah pinus.

Dalam press realisnya, Lamsyah meyakini masih adanya praktik intimidasi oleh oknum “cukong” terhadap penderes getah pinus. Sehingga menurutnya harus ada penindalan dari aparat penegak hukum terkait hal itu.

Aksi tersebut cukup menarik pethatian warga, namun sayangnya hanya 2 Anggota DPRK Aceh Tengah yang hadir menyambut aksi mahasiwa tersebut.

“Kita menunggu undangan dari sekwan, agar masalah ini tuntas” Kata Lamsyah.

Rencanyanya besok (Jum’at, 28/9/2018), GmnI akan dipanggil untuk menyampaikan aspirasinya dihadapan pimpinan DPRK Aceh Tengah, sebagaimana janji Anggota DPRK, Hamzah Tun. [Az]

Komentar

Loading...