Festival Panen Kopi Gayo Segera Di Gelar

IMG-20180923-WA0015

Toskomi.com || Aceh Tengah Festival Panen Kopi Gayo 2018 akan kembali digelar pada 5-6 Oktober 2018 dengan berpusat di desa Gunung Suku/Rawe – Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah dan beberapa rangkaiannya akan mengambil tempat di Kabupaten Bener Meriah.

“Festival tahunan ini merupakan festival kedua setelah festival pertama yang digelar pada 16-17 Desember 2017 lalu. Festival yang berbasis masyarakat ini berfokus pada pengembangan wisata berbasis komunitas di desa Gunung Suku – Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh” jelas Direktur Festival Panen Kopi Gayo Hardiansyah Ay, Sabtu (22/09/2018).

Gelaran festival diadakan untuk merayakan peristiwa panen raya kopi Gayo yang akan jatuh bertepatan pada bulan Oktober. Tanah Gayo memiliki beberapa destinasi wisata potensial berupa komoditas kopi, bentang alam yang indah, serta kebudayaan yang kuat mengakar pada masyarakat.

“Perspektif pariwisata masakini menuntut bahwa berbagai situs wisata yang ada, terlebih wisata alam atau wisata pasif, memerlukan piranti baru agar dapat terus hidup dan berkembang ” lanjutnya.

Festival Panen Kopi Gayo akan berperan sebagai piranti baru yang berfungsi sebagai ajang promosi berkelanjutan atas situs wisata yang dimaksud. Festival juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai pemilik dan tuan rumah situs wisata.

“Kabupaten Aceh Tengah yang memiliki berbagai potensi dan hasil alam, seni pertunjukan tradisional dan modern, permainan rakyat, makanan khas dan upacara adat yang dapat diakumulasikan untuk membangun sebuah festival atau perhelatan budaya baru yang potensial, serta akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan  ” tuturnya.

Festival Panen Kopi Gayo memiliki keunikan dibanding gelaran festival lainnya di Indonesia. Pada perhelatan ini pengunjung atau wisatawan yang menjadi peserta akan terlibat langsung dalam kegiatan panen kopi dan kebudayaan masyarakat kota Takengon dan  desa Gunung Suku.

“Festival juga mengundang wisatawan untuk menginap di rumah-rumah penduduk, serta berinteraksi dan saling terlibat dalam ragam workshop seni pertunjukan dan  kopi yang akan di gelar ditengah festival ” lanjutnya.

Rangkaian Festival Panen Kopi Gayo tahun ini akan dimulai dengan Ritual Tolak Bala yang diyakini sebagai ritual menolak segala bala bencana dan musibah. Setelah itu pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai pertunjukan Kesenian tradisional Gayo. Pada tanggal 6 Oktober 2018 pengunjung akan dibawa berwisata Agraris, yakni Wisata Kebun Kopi dan Memanen Kopi.

Tidak ketinggalan pula pada malam harinya pengunjung akan menikmati pertunjukan Jazz bertajuk “Jazz Panen Kopi” yang akan diselenggarakan di tepian danau Lut Tawar. Festival akan diakhiri dengan Ritual Nayang atau ritual penyuburan yang bertujuan menyuburkan seluruh komoditas pertanian di Tanah Gayo. Selain agenda utama, Festival Panen Kopi 2018 kali ini juga akan dimeriahkan dengan perlombaan perahu tradisional, gelaran Pasar Kopi, serta pameran hasil kerajinan tangan dan kuliner. (Rel/S16)

Komentar

Loading...