Kasus Video Hot Cut Tari dan Luna Maya Kembali Diungkit

D146E886-32B5-450B-9445-7B9D1CD68BD1

TOSKOMI.COM|| Jakarta (4/8/2018)- Beberapa orang yang tergabung dalam Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengugat prapradilan penetapan tersangka Luna Maya dan Cut Tari.

Kasus skandal video porno yang telah menyeret Nazriel Ilham alias Ariel Peterpan alias Ariel Noah dengan putusan 3,5 tahun tersebut kembali mencuat.

Pasalnya status yang di sandang Luna Maya dan artis kelahiran Aceh, Cut Tari masih tersangka. Padahal terhitung sudah 10 Tahun kasus tersebut berstatus “gantung”.

LP3HI mempertanyakan kelanjutan proses hukum setelah pihak kepolisian menetapkan Luna Maya dan Cut Tari sebagai tersangka pada 9 Juli 2010 dengan sangkaan Pasal 282 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

Luna Maya dan Cut Tari disangkakan telah membuat video dewasa dengan Ariel lewat 3 video berbeda.

Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho menjelaskan gugatan ini dilakukan untuk menghadirkan kepastian hukum di masyarakat. Dan ia pun memastikan bahwa gugatan ini bukan “pesanan” dari Luna Maya atau Cut Tari.

Kurniawan menjelaskan, dalam gugatan praperadilan yang teregistrasi dengan nomor 70/Pid.Prap/2018/PN.JKT.SEL pihaknya meminta hakim memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus ini.

Menurutnya, SP3 terhadap kasus yang menjerat Luna Maya dan Cut Tari ini penting karena hukum tidak boleh menggantung nasib orang sebagai tersangka seumur hidupnya.

Gugatan praperadilan ini, lanjutnya, juga merupakan bukti keyakinan pihaknya bahwa polisi tidak memiliki bukti yang cukup untuk memenuhi petunjuk jaksa terkait status tersangka Luna Maya dan Cut Tari.
.

Lebih dari itu, Kurniawan memastikan gugatan praperadilan pihaknya di PN Jakarta Selatan telah masuk dalam agenda kesimpulan, Kamis (2/8).

Menurut dia, dalam jawabannya kuasa hukum Kapolri menyatakan tidak pernah menghentikan penyidikan terhadap Luna Maya dan Cut Tari dan berdasarkan yang diajukan polisi sejumlah berkas bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung sejak 4 Agustus 2010.

Namun, lanjut dia, kuasa hukum Kapolri itu tidak bisa menjawab apakah perkara tersebut dinyatakan lengkap oleh jaksa (P21) atau sebaliknya dikembalikan oleh jaksa untuk dilengkapi polisi (P 19). [Ys]

Komentar

Loading...