Kronologi Pemecatan Camat Bebesen Aceh Tengah…..?

Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar

TOSKOMI.COM || Takengon (3/8) Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu­bakar memberhentikan Camat Bebesen berinisial M secara tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Surat Perintah Nomor: Peg.875.1/343/SP/2018 terhitung tanggal 31 Juli 2018. Selanjutnya, bupati menunjuk Alwin Syahri SE yang sebelumnya Sekretaris Camat (Sekcam) menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bebesen.

Surat pemberhentian secara tidak hormat dikeluarkan terkait Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pera­turan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2003 tentang wewenang pe­ngang­katan, pemindahan dan pem­berhentian PNS.

Kemudian dikuatkan dengan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: K.26-20/V.24-25/99 tanggal 10 Desember 1999 tentang tata cara pe­ngangkatan PNS sebagai pelaksana tu­gas (Plt). Bupati Shabela Abubakar me­nan­datangani surat pemberhentian ter­se­but pada 28 Juli 2018.

Kepada wartawan usai salat Ashar di Masjid Ruhama Takengon, Senin (30/7) bupati membenarkan telah menerbitkan surat pemberhentian untuk Camat Bebe­sen itu berdasarkan surat perintah dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.

“Kita berharap masih ada peluang untuk menyelamatkan nasibnya, karena me­nyangkut kehidupan keluarga dan masalah marwah. Besok, kita perintah­kan utusan BKSDM dan Asisten III meng­hadap ke BKN Pusat untuk ber­konsultasi terkait persoalan ini,” kata Shabela.

Konsultasi bertujuan guna mengu­paya­kan kemungkinan setidak­nya yang bersangkutan bisa diberhentikan dengan hormat dan dipensiunkan lebih cepat. Hal ini berdasarkan pertimbangan ke­manusian dan pengabdiannya selama ini.

“Ini perintah, jika tidak dilaksanakan, maka BKN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan turun memeriksa bupati. Saya sendiri sejauh ini kurang tahu persis kasus korupsi apa yang menjerat Camat Bebesan itu,” ujar Shabela yang didampingi Kabag Humas Setdakab, Mustafa Kamal.

Saat ditanya mengapa baru diproses atau apakah peraturan sebelumnya tidak berlaku, Shabela menyebutkan, pera­turan sudah lama diberlakukan hanya saja ada perubahan yang hendak di­koordinasikan.

“Kita memahami keluarga saudara M tentu tidak senang dengan keputusan yang saya buat. Saya juga tidak ingin karena kita orang lain menderita. Surat tersebut sudah saya tanda tangani hanya belum disebarkan,” ujarnya.

Bupati tidak merinci kasus korupsi apa yang menyebabkan Camat Bebesen itu diberhentikan dari PNS. Namun, dari informasi yang berkembang ke­mung­kinan besar terkait kasus bantuan bibit kopi untuk duafa dan kasus peru­mahan saat ia aktif bertugas di Bappeda. (Analisa).

 

 

Komentar

Loading...