Kualifikasi Piala Menpora Diduga Syarat Permainan, Banyak SSB Tidak Dilibatkan

91E6EBBD-483D-403C-ACF0-04C1C280AA18

TAKENGON - Kualifikasi piala Menpora yang digelar pekan lalu di Jagong, Kecamatan Jagong Jeget, menuai kritikan pedas. Pasalnya, kualifikasi untuk menjaring Sekolah Sepak Bola (SSB ) terbaik Aceh Tengah agar berangkat mewakili Kabupaten tersebut diduga terjaring praktek monopoli.

Hal ini disampaikan Manager SSB Pesangen, Salahudin, lewat siaran persnya kepada Toskomi.com Sabtu (28/7/2018).

Salahudin menduga ada permainan oknum panitia dengan maksud mengirimkan SSB tertentu saja.

Menurut Salahudin, sedikitnya ada 79 SSB yang berasal dari Aceh Tengah. Ironisnya hanya 17 SSB yang diikutkan dalam kompetisi. Dengan rincian U-16 empat SSB, U- 14 Empat SSB dan U-12 Sembilan SSB.

Alasan panitia saat Salahudin tanya, panitia menjawab kualifikasi ditunda. Namun faktanya kata Salahudin, panitia ternyata secara diam-diam mengelar kualifikasi tanpa diikuti SSB lain, termasuk SSB Pesangen.

"Kata panitia kualifikasi ditunda, tapi nyatanya kualifikasi sudah bergulir dan sudah ada pemenangnya. Ini saya duga seperti ada settingan, bahwa SSB tertentu yang punya kedekatan dengan panitialah yang sengaja dimenangkan," kata manajer SSB Pesangen, Salahuddin,.

Salahuddin yang juga mewakili puluhan SSB di Aceh Tengah itu, menduga panitia sengaja menutup - nutupi kualifikasi tersebut, agar SSB tertentu yang punya kedekatan dengan panitia menjadi prioritas untuk diberangkat mewakili Aceh Tengah. Sehingga, 79 SSB yang ada di Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu, tidak bisa menurunkan talenta muda terbaik mereka, karena dimonopoli kegiatan kualifikasi oleh segelintir orang.

"Ya kami merasa ditipu, jika ingin memonopoli kegiatan, jangan secara terang - terangan. Hampir seluruh SSB disini, mengetahui adanya kualifikasi itu, namun mereka (Panitia- red) kualifikasi ditunda. Tetapi, kami mendengar kualifikasi sudah digelar dan mendapatkan pemenang, dan kabarnya sudah dilepas oleh Bupati Aceh Tengah," ungkapnya.

Salahudin mensinyalir bahwa SSB yang berangkat tersebut, merupakan anak asuh dari oknum panitia penyelenggara.

Seluruh SSB yang tidak diikutsertakan dalam kompetisi tersebut pasti sangat kecewa, Sehingga Salahudin keberatan dengan hasil tersebut.

Sementara itu pemerhati sepak bola Aceh Tengah, Almer Agung Islami, saat dikonfirmasi menyesalkan kualifikasi tersebut yang digadang - gadang serta disinyalir banyak kepentingan kelompok tertentu.

“Sepak bola jangan di politisasi” kata Almer

Untuk itu ia menegaskan, selama praktek nepotisme masih dijalankan dalam penjaringan talenta muda sepak bola, secara perlahan akan mematikan potensi sepak bola Aceh Tengah. "Kita berharap dinas terkait bisa menganulir kualifikasi ini, jika memang terbukti ada permainan monopoli siapa dan SSB tertentu
u yang harus diberangkatkan mewakili Aceh Tengah," tandasnya. [Rel/ Az]

Komentar

Loading...