Bebaskan Rakyat Gayo Dari Pengawet Mayat!!!

A420648D-0EEC-43B8-9BA5-6D05EC3501F2

TOSKOMI.COM|| Editorial (24/5/2018)- Baru-baru ini warga Aceh Tengah digegerkan dengan temuan bahwa ikan- ikan yang dijual di pasar tradisional mengandung formalin.

Formalin merupakan cairan yang membuat mayat menjadi awet sampai kepada mengangkat kerak membandel di lantai.

Bayangkan zat sebahaya itu dikonsumsi oleh beberapa masyarakat dan tidak diketahui sejak kapan.

Bukankan semua warga berhak untuk hidup sehat tanpa bahan pengawet yang dalam jumlah tertentu dapat mengakibatkan kanker hati dan penyakit-penyakit yang berbahaya lainya.

Bukankah para “Muge-muge” ikan di Gayo harus jujur menjual ikan-ikan yang layak konsumsi minimal tidak menjual racun untuk melumpuhkan rakyat Aceh Tengah.

Pertanyaanya apa sih kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi sehingga ini terjadi?

Beberapa fakta menyatakan bahwa ikan-ikan tersebut berasal dari daerah pesisir penghasil ikan-ikan laut seperti Idi, Langsa, Panton Labu dan Peudada. Seperti itulah petikan bunyi hasil temuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tengah.

Pemerintah dalam hal ini Disprindagkop harus melakukan tindak lanjut sehingga diketahui siapa oknum pedagang jahanam tersebut dan ujungnya dapat memblack list toke-toke tersebut mulai dari pangkalan ikan.

Publik menyayangkan sikap oknum “orang dalam” seakan terkejut kenapa dokumen tersebut bocor. Hal ini seakan-akan memberikan sinyal bahwa sudah sering hasil temuan mengenai perederan ikan berformalin di Aceh Tengah yang selama ini ditutup-tutupi.

Rakyat juga jenuh dengan kata-kata “akan melakukan pembinaan terhadap pedagang” dan “akan mensosialisasikan kepada pedagang dan masyarakat”. Hasil temuan ini seharusnya dijadikan alat bukti sekaligus petunjuk untuk menangkap oknum-oknum penyedia ikan berformalin.

astagfirullahaladzim.

Komentar

Loading...