GeRAK: Polda Harus Dalami Unsur Dugaan Korupsi Kasus Galian C di Aceh Tengah

20180511-20180505-koordinator-gerak

TOSKOMI.COM II BANDA ACEH ( Jumat, 11/05/18) - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh memberikan apresiasi kepada Polda Aceh karena telah menangkap penambang galian C illegal di Sungai Sampe Dalam, Kecamatan Lingge, Aceh Tengah, serta menindak kasus lingkungan lainnya.

"GeRAK Aceh mengapresiasi kerja-kerja yang dilakukan Polda Aceh dalam menindak kasus pidana lingkungan selama ini, dan ini kinerja yang bagus," ucap Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani kepada AJNN, Jumat (11/5).

Apalagi, kata Askhalani, Polda Aceh baru menetapkan tersangka terhadap Direktur PT Cipuga terkait galian C illegal dikawasan Hutan Lindung, dan bahkan yang bersangkutan diduga kuat merupakan anak dari salah seorang anggota DPR RI asal Aceh.

Askhalani menuturkan, jika benar yang bersangkutan adalah anak anggota DPR RI, maka GeRAK akan terus memantau kasus galian C ini, jangan sampai nantinya ada intervensi kekuatan luar yang bisa menghambat berjalannya proses hukum terhadap kasus tersebut.

"GeRAK akan memantau proses penyidikan kasus ini, dan berharap polisi tidak boleh diintervensi oleh kekuatan-kekuatan yang akan menghambat proses hukum ini," ujarnya.

Selain itu, Askhalani meminta kepada penegak hukum dalam hal ini kepolisian supaya tidak berhenti dalam menindak kasus pidana lingkungan. Kemudian juga harus melakukan pengembangan serta mendalami adanya unsur tindak pidana korupsi dari perkara lingkungan yang ditangani.

"Kepolisian jangan berhenti pada tindak pidana lingkungan, tapi juga harus dikembangkan dan mendalami unsur tindak pidana korupsinya,"

Askhalani juga berharap, aparat penegak hukum terus meningkatkan kinerjanya dalam menjaga hutan dan lahan Aceh, sehingga sumber daya alam Aceh dapat diselamatkan dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, serta masyarakat Aceh terhindar dari bencana alam yang disebabkan karena adanya kerusakan lingkugan.

"GeRAK berharap, kinerja baik saat ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, dengan demikian SDA Aceh bisa diselamatkan," imbuh Askhalani. (AJNN.Net)

Komentar

Loading...