Sering Dioplos, Reje Ini Branding Oros Kuyun

C646B8AA-F9A8-49C6-9612-580A916348EA

TOSKOMI.COM|| Takengon (6/5/2018)- Badan Usaha Milik Kampung Burnuyem binaan Pemerintah Kampung Kuyun melakukan branding terhadap beras kuyun.

Beras tersebut ditanam di lahan yang kurang lebih 2 Ha atau setara dengan 8 kaleng bibit padi.

Reje Kampung Kuyun, Yaser Arafat Gayo. Ditemui di langsung oleh Toskomi.com di kantornya, Yaser mengemukakan dari 2 Ha lahan tersebut bisa menghasilkan 3 Ton/tahun dengan 3 kali tanam.

Kampung kuyun sendiri dikenal dengan daerah penghasil padi, hampir seluruh keluarga di kuyun memiliki sawah.

Kondisi geografis kuyun, menurut Yaser cocok ditanami padi. Hamparan yang datar serta dikelilingi bukit-bukit yang rimbun berhutan, membuat air mengalir sepanjang tahun.

Menurutnya oros kuyun (beras kuyun-red) sudah terkenal akan kualitasnya sebagai oros kampung (beras kampung-red) terbaik di Aceh Tengah. Beras kuyun terkenal putih alami serta berbiji agak besar dan pulen. Namun menurut Yaser akibat kualitasnya, beras kuyun sering dioplos oleh oknum “toke-toke” dengan beras yang lebih rendah kualitasnya tapi tetap dijual dengan brand oros/beras kuyun.

Oleh sebab itu menurut Yaser, Pemerintah Kampung hadir didalam membantu petani menjual dengan harga terbaik dan menjaga kualitas beras kuyun tetap terjaga sampai kepada konsumen.

“Alhamdulillah sejak panen bulan ini kita langsung promosikan, dan banyak yang berminat” Ujar Reje Muda ini.

Beras tersebut di packing dengan berat bersih mulai dari 10Kg sampai 15 Kg.

Untuk bagi hasil, Pemerintahan Kampung sudah mengeluarkan Qanun Kampung No. 4 Tahun 2017 Tengang Dana Bagi Hasil Badan Usaha Milik Kampung dengan ketentuan Modal 25 %, Pengembalian kedesa 25 %, Insentif pengurus BUMK 25 %, Dana Religi 15 %, Dana cadangan 10 %.

Baca juga: Dipanggung POPDA, Shabela Promosikan Kopi

Disisi lain, Yaser berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam hal ini Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi memfasilitasi BUMK Burnuyem untuk mempromosikan brand beras kuyun yang dikembangkan pihaknya.

Yaser berharap agar Pemerintah juga menetapkan Kampung Kuyun sebagai kampung lumbung pangan, dengan begitu menurutnya petani padi dan BUMK Burnuyem dapat memproduksi beras lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. [AZ]

Komentar

Loading...