Tanah Asrama Dikelola Pihak Ke 3, KNA Dituntut Transparan Soal Asrama

D5B43290-FDFD-4F24-BD2B-24DDF013D6E3

TOSKOMI.COM|| Takengon (21/3/2018)— Keluarga Negeri Antara (KNA) dituntut transparan soal pengelolaan asrama.

Tuntutan tertulis jelas diatas spanduk bekas yang ditulis dengan cat jenis seprot berwarna merah yang dibubuhkan persis di depan asrama Mahasiswa Gayo yang terletak di Kawasan Tungkop Aceh Besar sejak telah dikuasai oleh KNA.

Pantauan Toskomi ada 3 lembar spanduk yang teregang dilokasi. Pertama bertuliskan “KNA HARUS TRANSPARAN SOAL ASRAMA”, “HASIL SEWA LAHAN KEMANA?” dan terahir “ASRAMA MILIK PEMDA BUKAN KNA” mulai terpasang sejak selasa malam (21/3/2018).

Namun sayangnya sejauh ini, belum terdeteksi siapa yang memasang tulisan tersebut.

Bekas Ketua IPPEMATA, Yusuf Sabri rahman ketika dimintai keterangan soal persoalan tersebut menjelaskan bahwa KNA harus terbuka mengenai siapa yang telah mengelola aset milik daerah tersebut.

Menurut Yusuf Asrama tersebut dibeli dengan Anggaran APBKP Aceh Tengah 2015 sebesar 4,8 Milyar dengan luas tanah 7000 Merer persegi plus bangunan diatasnya menjadi polemik sejak bekas Bupati Aceh Tengah, Ir. Nasaruddin MM saat menjabatsebagai dikelola oleh KNA.

Yusuf pun mengatakan apabila benar KNA telah memberikan pengelolaan ke pihak Ke-3,  artinya KNA telah menghianati perjuangan mahasiswa yang mendorong pembangunan asrama. Yusuf pun juga menjelaskan bahwa sejak awal memperjuangkan asrama, KNA tidak pernah terlibat sedikitpun dalam proses lobi.

“Jangan memperkaya diri dari aset Pemerintah Aceh Tengah” Ujar Yusuf Sabri.

Ketua KNA, Jamhuri saat dikonfirmasi media ini mengaku tidak tahu dengan persoalan ini.

Klaim Jamhuri, KNA hanya diberikan tugas mengelola aset berupa bangunan asrama yang diperuntukan untuk mahasiswi Aceh Tengah, bukan sawah seperti yang dituding oknum yang memprotes diatas.

Saat dikonfirmasi Jamhuri mengaku sempat kecewa dengan media ini karena pernah menyudutkan KNA dengan salah satu pemberitaan. (Ahlaz Zikri)

Komentar

Loading...