45 Tim Mobile Legend Bertarung di TTSL

F4E87FE9-E649-40F1-9053-2AF3F7556793

TOSKOMI.COM|| Takengon (17/3/2018)- Sabtu yang sunyi, ditengah cuaca Kota Takengon yang terik, semua mata pengguna jalan Terminal Terpadu Paya Ilang tertuju ke sebuah gedung milik pemerintah Gayo Business Centre (GBC).

Gedung yang terletak sepelemparan batu dari Gedung Resi Gudang tersebut tampak kokoh berdiri umbul-umbul merah bertuliskan Indihome.

Tampak juga ruang parkir yang sesaki oleh kendararaan roda dua dan empat memadati halaman parkir. Tidak terkecuali halaman cafetaria yang terletak di samping Gedung tersebut.

Tampak suasana berbeda dari Gedung yang biasanya tampak kaku dan tidak ada aktivitas manusia didalamnya kini berubah drastis.

Rasa inggin tau muncul, tidak terasa langkah kaki seakan ingin melangkah untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi.

Lebih tepatnya dilantai dua Gedung tersebut, terlihat ratusan anak-anak muda yang rata-rata memegang Gudjed duduk melihat sebuah layar yang disediakan panitia.

Di Backdroup aula tersebut bertulisakan Mobile Legend Turnamen Takengen Super Legend X Telkom.

Disisi depan terlihat dua meja yang masing-masing memiliki lima kursi duduk 10 orang bertarung untuk memperebutkan satu tiket kebabak berikutnya.

Salah satu Crew Turnamen tersebut, Satria Darmawan menjelaskan turnamen tersebut menghadirkan pertempuran 45 Tim dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sampai Lhoksemawe dan Banda Aceh.

Satria menjelaskan 4 Tim terbaik akan mendapatkan hadiah yang telah disediakan pihaknya.

Acara yang teselenggara atas kerjama Telkomsel, Explore Gayo, Ilovegayo, Bintang ACC, Merabata, dan National Ponsel tersebut berlangsung sejak hari ini,m Sabtu (17/3/2018) sampai besok (18/3/2018).

Menurut Aulia Pratama acara tersebut disamping memperingati hari ulang tahun Kota Takengon Ke-441, juga kegiatan tersebut mengarahkan para Gamer untuk tidak mengkonsumsi Narkoba.

Zuhri (32) yang merupakan salah satu peserta mengaku bahagia bisa mengikuti acara tersebut. Zuhri mengaku selain untuk kesenangan, Ternyata Game bisa dijadikan sarana untuk komunikasi. Dan ia berharap panitia dapat menggagasi turnamen yang lebih besar lagi. (Ahlaz Zikri)

Komentar

Loading...