Israel Kembali Menggempur Iran

An Israeli Air Force F-35 Lightning II fighter jet performs during an air show at the graduation ceremony of Israeli air force pilots at the Hatzerim Israeli Air Force base in the Negev desert, near the southern Israeli city of Beer Sheva, on December 27, 2017. / AFP PHOTO / JACK GUEZ

TOSKOMI.COM || Tel Aviv (11/2) Israel menggempur beberapa lokasi yang diklaim sebagai posisi pasukan Iran di dalam Suriah, Sabtu 10 Februari 2018. Serangan udara dilakukan setelah salah satu pesawat jet tempurnya ditembak jatuh pertahanan udara Suriah.

Menjadi konfrontasi paling serius antara Israel dengan Iran sejak perang sipil di Suriah meletus pada 2011, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertekad mencegah Teheran membangun kekuatan militer lebih lanjut.

Serangan di Suriah dilakukan setelah Israel mencegat pesawat tanpa awak alias drone milik Iran yang diklaim datang dari zona udara Suriah. Israel menyebut manuver Iran itu sebagai "serangan."

Seperti dikutip AFP, ini merupakan kali pertama Israel mengakui menggempur target yang disebutnya sebagai posisi pasukan Iran di Suriah sejak 2011.

Merespons serangan Israel, Iran mengecamnya sebagai sebuah kebohongan. Iran menegaskan Suriah memiliki hak untuk mempertahankan diri.

Bersama Rusia dan Lebanon, Iran membuat pernyataan gabungan berisi bantahan tuduhan mengenai adanya drone Teheran yang terbang dari Suriah ke Israel.

Kementerian Luar Negeri Rusia meminta semua pihak "menahan diri." Moskow mengaku "tidak dapat menerima adanya ancaman terhadap keamanan pasukan Rusia" di Suriah.

Juru bicara militer Israel Jonathan Conricus mengingatkan bahwa Suriah dan Iran sedang "bermain dengan api." Namun ia menekankan negaranya tidak berniat menambah ketegangan.

"Ini merupakan pelanggaran paling berat Iran terhadap kedaulatan Israel dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Conricus terkait tuduhan manuver drone.(metroTv)

Komentar

Loading...