Antara Pers dan Rakyat Persfektif Aktivis GmnI

7866D741-8ED4-4962-B916-792283B1943B

TOSKOMI.COM|| Takengon (9/2/2018) — Aktivis GmnI Khairuddin berharap agar Insan Pers tetap memihak kepada Rakyat.

Hal ini disampaikan Khairuddin lewat siaran persnya kepada Toskomi.com dalam memperingati Hari Pers Nasional Ke 73 yang jatuh pada Hari ini (9/2/2018).

Khairuddin menjelaskan bahwa konsekwensi logis dari negara demokrasi adalah kekuasaan ditangan rakyat. Hal ini berarti rakyatlah yang memiliki kedaukatan atas negara.

Kemudian dalam perjalananya menurut khairuddin ada persoalan rakyat yang selalu tidak tersampaikan kepada publik karena sarana media tidak berpihak kepada mereka. Rakyat hanya dilibatkan dalam pemilu namun ditinggalkan saat rekapitulasi usai.

Barometer keberhasilan dari seorang wartawan tidak diukur dari seberapa banyak pejabat yang ia kenal, namun sebaliknya seberapa banyak persoalan rakyat yang disampaikan sehingga diperbincangkan publik.

Khairuddin mengibaratkan Wartawan sebagai racun sekaligus penawar di dunia. Tatkala wartawan hanya mempublikasikan citra-citra kekuasaan tertentu, maka wartawanlah yang membantu membuat gap antara kekuasaan dengan rakyat semakin jarak. Namun apabila seorang wartawan selalu mengingatkan kekuasaan tentang tugas mereka mengurusi rakyat, memberikan pelayanan publik yang prima, hal ini akan membantu kekuasaan tersebut tetap pro-rakyat.

Khairuddin menjelaskan bahwa pers harus bisa memenangkan hati rakyat. Jadilah pengontrol yang hebat. Tutup Khairuddin. (Z.80)

Komentar

Loading...