Kemenkumham Aceh Sepakat Berantas LGBT

Kakanwil Kemenkumham dan Bupati Shabela

TOSKOMI.COM|| Takengon (6/2/2018) — Kepala Kantor wilayah Kemenkumham Aceh, A. Yuspahruddin, B.H. Bc.IP., S.H., sepakat untuk memberantas prilaku menyimpang LGBT.

Hal itu disampaikan Yuspahruddin saat Pihaknya melakukan rapat kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, pagi tadi (6/2/2018) yang bertepatan di Ruang Oproom Setdakab Aceh Tengah.

Yuspahuddin percaya bahwa Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) sangat bertentangan dengan nilai-nilai Syari’at Islam dan Kebudayaan di Aceh.

Dirinya menjelaskan Legal Basic bagi LGBT sudah jelas diundangkan dalam Qanun Aceh 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayah, pada pasal ke tiga huruf i, telah dijelaskan hukuman bagi pelaku Liwat atau homoseks (persetubuhan sesama jenis). Bagi pelanggar qanun ini, akan menjalani hukuman cambuk.

Walaupun dalam perjalananya menurut Yuspahuddin upaya pemberantasan LBGT yang terjadi di Banda Aceh dan Aceh Utara sempai menuai protes dari kalangan internasional lebih-lebih penggiat HAM.

Disisi lain, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, M.Sc dalam orasinya pada kesempatan aksi bela syariat Islam yang digelar berbagai ormas, Jumat (2/2/2018) di Depan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menjelaskan Kita Tidak Benci LGBT, Tapi Kita Benci Prilakunya.

Selain itu, Irwandi mendukung langkah pembinaan yang dilakukan Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji. Setelah mengamankan 12 waria, polisi membina mereka agar kembali menjadi lelaki 'macho'.

Parahnya walaupun Aceh sudah memiliki hukum materil dan formil terkait LGBT, Penindakan terhadap LGBT masih bisa dihitung dengan jari. Ironisnya Bekas Wakikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal setahun yang lalu pernah menuding bahwa 500 libih LGBT beroperasi di Banda Aceh. (YS)

Komentar

Loading...