Wartawan itu Pekerjaan Mulia: Pencari Fakta Bukan Pencari Petaka

A3D03D04-EE98-49B6-AE5B-DBF9F758B94A

TOSKOMI.COM|| Takengon (5/2/2018) -Rahmad Risky salah satu Wartawan TV Nasional  yang menjadi perwakilan di wilayah kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mengapresiasi dan mendukung ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  Aceh Tengah Aceh Tengah. 4 Januari 2018.

Akibat  adanya laporan yang masuk ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah, seperti yang di beritakan adanya sekelompok oknum wartawan yang menakut-nakuti nara sumbernya serta "menjual ID Card wartawan" dan ujung-ujungnya Wartawan tersebut  meminta duit sepertinya yang di diberitaka oleh beberapa media, yang di sampaikan oleh Jurnalisa ketua PWI Aceh Tengah.

"itu harus ada tindakan tegas secara nyata" kata Rahmad.

Kalau selama ini seperti itu terjadi, Ini   sama saja merusak citra wartawan yang di lindungi UU No 40 tahun 1999. dan permasalahan seperti ini selain di daerah  ini bisa meluas keseluruh Indonesia, kalau tidak ada tindakan nyata. Tegas Rahmad.

Seharusnya setiap narasuber itu  kita lindungi karena nara sumber telah memberikan informasi yang kita butuhkan, dan utuk kita jadikan berita yang akan kita tulis secara nyata dan fakta sesuai dengan di lapangan,  apa yang kita beritakan, kita wartawan itu menulis apabila memenuhi ungsur dan fakta-fakta di lapangan kita buat beritanya, untuk kita sajikan kepada pembaca masyarakat luas. jangan menakut nakuti nara sumber itu bukan wartawan tapi penjahat pemeras. Jelasnya.

Apa bila ada laporan kedepannya di lembaga atau wadah wadah yang resmi yang di akui dewan press yang ada di Indonesia khususnya di aceh tengah dan bener meriah agar minindak lanjuti, dan hal tersebut tidak terulang kembali. Tutup Rahmad. (Rel)

Komentar

Loading...