Dipicu Arogansi Oknum Aparat, Pedagang Paya Ilang Amuk Pos Polantas

IMG-20180129-WA0014

TOSKOMI.COM|| Takengon (29/1/2018) — Pedagang Pasar Tradisional Paya Ilang Takengon, Aceh Tengah Amuk Pos Pembantu Polisi Lalu Lintas.

Kerusuhan tersebut dipicu karena tindakan oknum polisi lalu lintas melakukan pengejaran terhadap salah satu pedagang yang tidak memakai helm saat mengangkut daganganya.

Hal itu diungkapkan Jusli salah satu pedagang pasar tersebut. Saat Oknum Polisi tersebut melakukan pengejaran ke Pasar, Oknum Polisi tersebut sempat melemparkan kata-kata kasar “ Kepala Kau pun kalau tidak lengket dikepala mungkin kepala kau pun gak kau pakek Babi” Ungkap Jusli menirukan kata-kata Oknum anggota lantas tersebut.

Mendengar kata-kata tersebut, Kata Jusli, pedagang menyoraki oknum anggota lantas dan hal itu pulalah yang memicu amarah para pedagang.

Ratusan Pedagang kemudian bergerombolan mendatangi Pos Bantuan Yang berasa sekitar 200 Meter dari lokasi mereka berjualan.

Pantauan Toskomi.com seratusan lebih pedagang kepung Pos Bantuan yang didirikan senjak Januari 2018 tersebut.

Dihadapan Kasat Lantas, Pedagang mengeluhkan berbagai persoalan terkait keluahan mereka.

Kesempatan berbeda, salah satu pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku resah dengan aktivitas Polantas sejak beroperasinya Pos Bantuan tersebut.

Kadang-kadang polisi kebut-kebutan dangan pelanggar lalu lintas depan pasar tempat mereka mengais rezeki.

Mereka Juga katanya sudah pernah melakukan audiensi dengan Kasat Lantas dan meminta bahwa “tilang” tidak dilakukan pada pagi dan sore hari.

Pedagang Paya Ilang percaya bahwa dengan andanya tilang dikawasan tersebut omset mereka menjadi kecil. “Pembeli malas kepasar karena ada polisi disana” ujarnya.

Dilain pihak, Kasat Lantas Polres Aceh Tengah, Iptu Rina Bintar Handayani, S.IK saat dimintai keterangan ungkapkan bahwa hal itu hanya miss komunikasi.

Rina mengungkapkan bahwa pada prinsipnya pihaknya tidak menghalang-halangi pedagang. “Dimana-mana yang tidak melanggar tidak akan ditindak” Ujar Rina.

Kerusuhan tersebut diwarnai cek-cok antara para pedagang dengan Polisi Lalu Lintas, namun walaupun tensi tinggi tidak ada korban dalam insiden tersebut. (Z.80)

Komentar

Loading...