Terkait Anjloknya Harga Tomat

Mahasiswa Desak TPID Bener Meriah Bekerja

23F2480B-F090-47CD-95CD-D320D8414D81

TOSKOMI.COM|| Takengon (19/12/2017) - Anjloknya harga Tomat di kabupaten Bener Meriah, mengakibatkan kekecewaan yang besar bagi petani, pedangang dan para Pemerhati Ekonomi.

Harga Tomat di kabupaten Bener Meriah pada hari Minggu 17/12/2017 kemarin,berkisar diantara Rp.400-500/kg,harga yang sangat murah bukan.

Aryanto yang merupakan Mahasiswa STAIN Gajah Putih Jurusan Ekonomi Syariah mengatakan bahwa anjloknya harga tomat ini dipengaruhi oleh faktor cuaca,yang beberapa waktu lalu cukup labil,dan banyaknya jumlah tomat yang beredar di pasaran.

"Salah satu faktor yang mempengaruhi anjloknya harga pasaran tomat di Bener Meriah adalah faktor cuaca dan faktor kurangnya pasar tomat kita, sehingga tomat-tomat yang ada di Bener Meriah over kapasitas" Ungkap Anto.(18/12/2017).

Kurangnya pasar dan Sumber Daya Manusia dalam pengolahan Buah merah tersebut,tentu menjadi kendala utama bagi peningkatan kesejahteraan sosial,baik itu petani maupun pedagang.

Kembali Mahasiswa STAIN Gajah Putih sekaligus kabid profesi LSM BARA Tersebut mengatakan "Pemerintah Kabupaten Bener Meriah,sudah merancang program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada beberapa bulan yang lalu,tetapi pemerintah, tidak membentuk Tim pengendali Deflasi daerah, seolah-olah harga-harga selalu naik dan tidak pernah turun drastis seperti anjloknya harga Tomat"Tegas Anto.

"Pada bulan September lalu,Tim PKK Kabupaten Bener Meriah,juga telah melakukan pelatihan pembuatan saos Tomat,tentu ini adalah salah satu solusi untuk kembali menstabilkan harga tomat di Kabupaten Bener Meriah dan agar jumlah Tomat di pasaran tetap stabil" Tambah Mahasiswa STAIN Gajah Putih tersebut. (A2)

Komentar

Loading...