Pelajar dan Mahasiswa Kecam Donald Trump

IMG_2566

TOSKOMI.COM || Takengon (15/12) Sejumlah Ormas hingga pelajar gelar Aksi simpatik memberikan dukungan dan kepedulian kepada Palestina mulai berdatangan di Takengon.

Hal ini ditandai dengan aksi puluhan mahasiswa, masyarakat dan pelajaran peduli palestina.

Mereka mengecam keras kepada Presiden Amerika Serikat dengan. Pengakuannya sepihak yaitu, Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibukota Israel dan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Para mahasiswa, masyarakat dan dan siswa peduli palestina tersebut mengawali aksinya dari Masjid Raya Ruhama Takengon. Selanjutnya, massa mahasiswa dan relasi lainya melakukan aksi longmarch sejumlah jalan protokoler dilanjutkan dengan orasi dari beberapa perwakilan dari beberapa ormas Kota Takengon mulai dari Masjid Raya Ruhama Takengon - simpang lima - wajiji - pusat kota Takengon Aksi mahasiswa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Polres kota aceh tengah-Takengon.

"Dalam hal ini kami GMNI Aceh mengecam keras atas keputusan sepihak Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibukota Israel," ungkap orator Perwakilan GMNI Aceh tengah. Mulyadi G.

Pengakuan yang dibarengi dengan pemindahan Kedubes Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem itu dinilai merupakan bentuk kedzoliman bagi umat Islam. Klaim Mulyadi G terhadap yarussalem merupakan upaya penambahan wilayah bagi Israel yang dilakukan secara sepihak.

Padahal lanjut dia, upaya penambahan wilayah ini merupakan cara yang tidak dibenarkan di mata hukum internasional.

Oleh karena itu kata kata Mulyadi G Selaku perwakilan dari gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMN) Aceh tengah mendesak negara-negara yang tergabung dalam PBB dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menyatukan langkah menentang kebijakan tersebut.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas Mahasiswa dan masyarakat bahwasanya kami peduli palestina dan memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang telah berkomitmen untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya.

Langkah ini diperlukan sebagai bentuk upaya melaksanakan ketertiban dunia, Hal ini kata dia merupakan salah satu tujuan negara Indonesia yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Ungkapnya. (A2)

Komentar

Loading...