Tri Karya Sepakat Dukung Airlangga Hartarto

IMG_2452

TOSKOMI.COM || JATINEGARA  ( 11/12) Tri Karya turut mendeklarasikan diri mendukung Airlangga Hartarto menggantikan posisi Setya Novanto yang kini terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tri Karya tidak hanya mendesak agar jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) terkait pemilihan Ketua Umum Partai Golkar, Deklarasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, Agung Laksono.

Menurutnya, Airlangga Hartarto yang kini menjabat sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Kerja itu pantas menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Pasalnya, bukan hanya anggota Tri Karya, yakni Kosgoro 1957, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) semata, dukungan juga disampaikan hampir seluruh DPD Partai Golkar se-Nusantara.

"Setiap pemimpin ada pemimpinnya, begitu juga sebaliknya dan bagi kami Airlangga Hartarto lah yang dapat membawa Partai Golkar keluar dari turbulensi ini. Kami ingin memadukan latar belakang pendidikan, kemampuan, dan kompetensi dengan kepemimpinan yang berkarakter," jelas Agung Laksono kepada wartawan di kediamannya Jalan Cipinang Cempedak II Nomor 23, Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu (10/12/2017).

Ketua MKGR Roem Kono enggan menanggapi surat pengunduran diri yang dilayangkan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI dan menunjuk Azis Syamsudin sebagai penggantinya.

"Saya belum dengar soal itu, tapi kami mendesak keputusan itu dikeluarkan setelah Partai Golkar memiliki kepemimpinan yang memiliki legitimasi setelah Munaslub dan bukan keputusan dari pelaksana tugas," kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, tarik ulur kepentingan terkait krisis kepemimpinan Partai Golkar menarik perhatian seluruh kader Partai Golkar, termasuk organisasi Tri Karya, yakni Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Seluruhnya mendesak agar pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dilaksanakan secepatnya. Keterangan tersebut disampaikan oleh Ketua Kosgoro 1957, Agung Laksono berdasarkan kesepakatan anggota Tri Karya beberapa waktu lalu.

Dirinya menegaskan, sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang turut melahirkan Partai Golkar, dirinya berharap agar partai berlambang pohon beringin itu dapat diselamatkan.

"Tidak lepas dari kesejarahan, kami juga tetap konsisten dan konsekuen, tiga ormas ini sampai sekarang menyalurkan apirasi politiknya kepada Partai Golkar dalam pilkada, legislatif dan seterusnya dari era orde baru, reformasi sampai saat ini," jelasnya kepada wartawan di kediamannya, Jalan Cipinang Cempedak II Nomor 23, Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu (10/12/2017).

Dalam deklarasi yang turut dihadiri oleh Ketua SOKSI, Ade Komaruddin, dan Ketua MKGR, Roem Kono itu, ketiganya mendesak DPP Partai Golkar untuk melaksanakan Munaslub paling lambat tanggal 20 Desember 2017 mendatang.

Bukan hanya mempercepat kekosongan pemimpin serta mendorong agar degradasi dan penurunan elektabilitas Partai Golkar segera berakhir, desakan merujuk pada agenda politik, baik Pilkada Serentak, Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) kian dekat. (*)

Komentar

Loading...