Mahasiswa Desak Bupati Evaluasi Kinerja Nasaruddin

8C3E66D8-0CA0-4E36-B6C8-920F75F1E055

TOSKOMI.COM|| Takengon (29/11/2017)- Puluhan Mahasiswa yang menamakan diri Relawan Peduli Pendidikan datangi kantor DPRK Aceh Tengah.

Aksi tersebut merupakan sikap protes aliasnsi mahasiswa dengan bobroknya pendidikan Aceh Tengah saat ini.

Sebagaimana diketahui 20% anggaran kabupaten diperuntukan kesektor pendidikan, namun pendidikan diaceh tengah bisa dibilang “gitu-gitu aje” alias stagnan.

Kordinator Aksi, Rahmadianto menilai bahwa kondisi Aceh Tengah ini berstatus kronis akut. Menurutnya infrasuktur pendidikan di Aceh Tengah masih sangat amburadul.

Juga ditambah lagi pemerataan penempatan guru tidak seimbang antara di Kota dan di pedalaman Aceh Tengah.

Untuk itu dirinya menuntut Bupati untuk segera mengevauasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah yang dikendalikan oleh Drs. Nasaruddin alias Nas Kucak (panggilan pasaran Nasaruddin- red).

Tidak sampai disitu, aktivis pendidikan ini juga menilai sekeolah dibawah Kemenag di Aceh Tengah juga sama bobroknya. Untuk itu menurut Rahmadianto Cs Kemenag juga harus mengevaluasi jajaranya.

Ibarat istilah “sekali mendayung, dua-tiga pulau terlalui” para aktivis inipun menyentil tindakan Aparat Kepolisian Aceh Tengah dalam menjalankan operasi zebra 2017 yang telah mengupload video pelanggar lalu lintas yang sempat viral tersebut.

Menurut Rahmadianto tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap warga yang masih bersetatus anak yang seharusnya dilindungi dan diayomi bukan diperkosa psikisnya.

Masa yang menyerbu gedung DPRK Aceh Tengah sempat disambut oleh Ketua Komisi D, Salman S.T yang juga merupakan politisi partai PAN. Dan akhirnya aktivis tersebut masuk keruang Sidang Dewan dan menyampaikan aspirasi mereka. (Dj)

Komentar

Loading...